FKOS Garut Kota Gelar Silaturahmi dan Tarhib Ramadhan 1442 H, Kadisdik Sempatkan Diri Hadir

oleh -13 Dilihat

Garut, Fakta dan Realita-

FORUM Komunikasi Operator Sekolah (FKOS) kecamatan Garut Kota mengadakan kegiatan Silaturahmi dan Tarhib Ramadhan 1442 H dengan tema “Membangun Spirit dan Solidaritas Operator dalam Bekerja untuk Mencapai Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Data. Kegiatan itu berlangsung di Gedung PGRI Cabang Garut Kota, Jalan Sudirman No.1, kelurahan Kota Kulon, kecamatan Garut Kota, Garut, Jawa Barat, Senin (12/04/2021).

Terpantau, Ketua Panitia kegiatan, Dian Noviar Nugraha, berhasil menghadirkan Tokoh Kharismatik Garut yang saat ini merupakan Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Bayyinah Garut yakni KH. Cecep Abdul Halim sebagai narasumber dan penceramah kegiatan. Selain itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Garut, H. Totong, S.Pd, M.Si pun bahkan menyempatkan diri hadir memenuhi undangan FKOS Garut Kota ini.

Pada Kegiatan yang dilaksanakan FKOS Garut Kota dalam rangka menyambut pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan tersebut, hadir pula Korwil Pendidikan Garut Kota, Hj. Anita Istiani S.Pd, M.Pd, Korwas Pendidikan Garut Kota, H. Memet, S.Pd, M.Pd bersama Para Pengawas Bina, Ketua PGRI Garut Kota, H. Rahmat, S.Pd beserta Para Pengurus PGRI Garut Kota, K3S Garut Kota, H. Ahmad S.Pd, Perwakilan Kwarran Pramuka Garut, H. Jajang S.Pd dan Para Kepala Sekolah se-Garut Kota.

Sesuai susunan acara pihak panitia, prosesi kegiatan sendiri diawali dengan pembacaan Ayat Suci Al-Quran oleh salah satu anggota FKOS Garut Kota, yang dilanjutkan sambutan dari Korwil Pendidikan Garut Kota, Kadisdik Garut, Ceramah oleh Almukarom KH. Cecep Abdul Halim, lalu Pidato Ketua Panitia Kegiatan, dan terakhir acara hiburan.

Kadisdik Garut, H. Totong, S.Pd, M.Si dalam sambutannya mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan yang digagas FKOS Garut Kota ini. Dengan adanya kegiatan ini, menurut Totong, eksistensi Operator Garut Kota sudah tidak diragukan lagi.

“Bangga sekaligus salut, operator Garut Kota ternyata dapat berkreasi sehebat ini. Ini sangat bagus, mendukung sekali bagi kemajuan dunia pendidikan di Garut Kota. Makanya, salah jika menyepelekan para operator ini,” ucap Kadisdik Garut.

Totong pun menegaskan, saat ini kedudukan seorang operator dalam satuan pendidikan sangatlah penting. Makanya, Kepala Sekolah pun sudah sewajarnya memberikan perhatian lebih kepada operatornya. Dan, sebaliknya operatornya juga harus bisa membuat bangga Kepala Sekolahnya.

“Harus tercipta kolaborasi yang baik antara Kepala Sekolah dan Operatornya, agar sinkronisasi antar keduanya bisa berjalan dengan baik, sehingga segala hal yang menyangkut kelengkapan administrasi sekolah bisa terselesaikan dengan baik pula,” ujarnya.

Masih dalam sambutannya, Totong juga menyampaikan, bahwa kabupaten Garut rencananya pada bulan April ini segera melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas yang disesuaikan dengan kondisi zonanya masing-masing.

“Sebelum PTM secara terbatas ini dilaksanakan, untuk setiap sekolah/ satuan pendidikan, ada beberapa syarat yang wajib dipenuhi terlebih dahulu yang merujuk pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri yang ditandatangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri,” ungkap Totong.

Syarat yang dimaksud, kata Totong, Pertama, vaksinasi terhadap pendidik dan tenaga pendidikan harus selesai terlebih dahulu. Kedua, harus memiliki daftar isian periksa kesiapan sekolah, dan yang Ketiga, harus adanya surat izin orangtua apakah anaknya mau ikut tatap muka atau pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dan, apabila syarat-syarat itu telah terpenuhi maka pihak sekolah pun sudah bisa melaksanakan PTM secara terbatas,” papar Totong.

Lanjut Totong, nantinya bagi sekolah yang sudah bisa melaksanakan PTM secara terbatas ini, wajib menerapkan protokol kesehatan (prokes) 5M yang ketat bagi murid sekolahnya, dari mulai anak-anak itu datang, belajar, hingga mereka kembali pulang. Saat waktu di sekolah, murid-murid ini tidak diberikan jatah waktu istirahat sebagaimana biasanya, mereka itu full belajar 2-3 jam perharinya. Selain itu, jumlah murid yang masuk pun dibatasi hanya boleh setengahnya atau 50% dari jumlah keseluruhan murid disekolah tersebut.

“Kita ketahui bersama, setahun lebih kita tidak melaksanakan sekolah tatap muka akibat adanya pandemi Covid-19. Masyarakat kita sudah jenuh dengan situasi saat ini. Indonesia sampai saat ini bersama 4 negara di benua Asia lainnya, belum juga memperbolehkan sekolah tatap muka. Padahal, menurut data yang kita ketahui, 85 % negara di Asia telah membuka kembali sekolah tatap muka. Oleh karena itu, PTM secara terbatas yang segera kita gelar ini, menjadi bagian dari ikhtiar pemkab Garut dalam upaya menyelamatkan keberlangsung pendidikan di kabupaten Garut,” jelasnya.

Totong berharap, agar seluruh keluarga besar pendidikan Garut Kota terus menjaga silaturahmi dan kekompakkan serta kebersamaan agar pendidikan di Garut kota ini bisa lebih maju lagi kedepannya.

“Pesan saya untuk semuanya, tolong dukung program PTM secara terbatas ini, terutama soal vaksinasi. Vaksinasi ini wajib, semua harus mau divaksin, kalau tidak dipatuhi ada sanksi berat yang bisa-bisa sangat merugikan. Satu lagi, soal paham radikalisme, tolong pihak sekolah segera laporkan pada kami atau kepada aparat TNI/Kepolisian terdekat, apabila ada indikasi-idikasi yang mengarah ke situ,” pungkas Kadisdik Garut.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan Silaturahmi dan Tarhib Ramadhan 1442 H, yang juga merupakan anggota senior Forum Komunikasi Operator Sekolah (FKOS) Garut Kota, Dian Noviar Nugraha dalam sambutannya mengatakan kegiatan Silaturahmi dan Tarhib Ramadhan 1442 H adalah moment bertemunya para teman sejawat sesama operator sekolah se-Garut Kota dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan di tahun 1442 Hijriyah ini.

“Saya sebagai Ketua Panitia dan jajaran panitia yang sudah menyiapkan acara ini, meski secara sederhana, namun Alhamdulillah, kami bisa hidangkan kepada kawan-kawan operator sebagai pengingat bahwa, sebentar lagi akan memasuki bulan suci bulan yang penuh dengan berkah,” ucap Dian.

Oleh karena itu, kata Dian, mari kita menyiapkan diri dan memantapkan diri kita untuk lebih fokus pada beribadah dan beramal di bulan yang penuh dengan berlipat-lipat pahala kebaikan ini.

“Alhamdulillah dengan dukungan dan perhatian dari Pak Kadisdik Garut, kegiatan ini bisa dihadiri para Kepala Sekolah se-Garut Kota, hal ini tentunya semakin menambah suasana kebersamaan. Pak kadisdik jugalah yang telah menginstruksikan kepada kami agar mengikut sertakan para Kepala Sekolah di dalam kegiatan Silaturahmi dan Tarhib Ramadhan yang kami gelar ini,” ujarnya.

Dian menambahkan, dengan hadirnya pak Kadisdik Garut di kegiatan ini, tentunya menjadi suatu penghormatan yang luar biasa bagi kami para pekerja operator di masing-masing sekolah, baik operator Sekolah Dasar (SD) maupun operator di Taman Kanak-kanak (TK).

“Apresiasi setinggi-tingginya saya sampaikan kepada ibunda Korwil Pendidikan kecamatan Garut kota, Hj. Anita Istiani S.Pd, M.Pd yang sudah sangat support terhadap acara ini. Begitupun, kepada ayahandaku Ketua PGRI Garut Kota, H. Rahmat S.Pd yang sudah sangat mengapresiasi inisiatif kami (para operator). Kemudian kepada ayahandaku, Korwas Pendidikan Garut Kota, H. Memet, S.PD, M.Pd yang sejak ada yang namanya operator, lebih kurang 11 tahun lamanya, tetap setia mendengar keluh kesah kami ini. Tak lupa pula, dukungan ayahandaku K3S kecamatan Garut Kota, H. Ahmad S.Pd yang tanpa henti, secara terus-menerus berkomunikasi dengan kami, guna memastikan acara ini bisa berjalan baik dan lancar,” tutur Dian yang juga aktif sebagai Pengurus Senior di KNPI Cabang Garut ini.

Kepada beliau-beliau yang namanya disebutkan tersebut, Dian selaku Ketua Panitia, mewakili seluruh operator yang terhimpun di dalam Forum Komunitas Operator Sekolah (FKOS) kecamatan Garut Kota mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas semua dukungan dan perhatiannya selama ini.

Disampaikan Dian, moment Silaturahmi dan Tarhib Ramadhan kali ini, mendapat respon yang sangat baik dari para peserta, sebanyak 200 orang peserta menyempat waktunya untuk hadir mengikuti kegiatan ini, rinciannya sebagai berikut;
1. Operator sebanyak 76 operator,
2. Ayahanda & Ibunda Kepala Sekolah sebanyak 76 Kepala Sekolah,
3. Rakanda, Adinda operator TK sebanyak 30 orang,
4. Ayahanda & Ibunda Pengawas Bina,
5. Tamu Undangan lainnya.

Di akhir sambutannya, Dian Noviar menyampaikan bahwa persiapan dari awal hingga ia berdiri di depan untuk berpidato, tersedia waktu hanya 2 x 24 jam saja, sehingga mohon maaf, jika masih banyak kekurangan dari kami sebagai panitia kegiatan. “Mudah-mudahan waktu kawan-kawan panitia yang hilang, lelah tenaga, lelah pikiran bisa menjadi amal baik dan do’a, untuk selalu menjadi umat yang bisa menjaga persatuan dan kesatuan dan bermanfaat bagi sesama makhluknya.
Billahi fi sabillil haq, Fastabiqul khairat,
Wassalam,” demikian pungkas Dian.

Berdasarkan pantauan Media Fakta dan Realita disesi acara Tarhib, Pimpinan Ponpes Al-Bayyinah Garut, Al-Mukarrom KH. Cecep Abdul Halim pada tausiyahnya mengajak sekaligus mengingatkan kepada seluruh umat muslim khususnya keluarga besar Pendidikan Garut Kota agar di bulan Ramadhan 1442 H yang penuh dengan berkah dan ampunan ini, lebih berserah diri dan lebih meningkatkan lagi ladang amal kebajikannya, baik dalam beribadah kepada Alloh SWT maupun terhadap sesama manusia.

Kyai juga berharap keinginan pemerintah kita untuk melaksanakan sekolah secara tatap muka kembali, mendapatkan ridho dan perlindungan dari Alloh SWT, sehingga semua bisa berjalan baik dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Reporter : Wena. H | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.