Dinilai Berkualitasnya Jelek, Sejumlah Wakil Rakyat Desak Dinsos Garut Tarik Kembali Beras Bansos

oleh -4 Dilihat

Garut, Fakta dan Realita-

KABAR adanya beras bantuan sosial (Bansos) yang diterima warga Garut berkualitas jelek, membuat perhatian khusus dari DPRD Kabupaten Garut.  Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Garut, Jawa Barat meminta Dinas Sosial Kabupaten Garut untuk menarik kembali beras berkualitas jelek tersebut dari warga yang daerahnya menjalani isolasi dampak darurat penyebaran wabah COVID-19.

“Kami minta kalau ada yang jelek, seperti kemarin ada beras jelek harus secepatnya ditarik untuk diganti,” kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Garut Yudha Puja Turnawan saat meninjau langsung pendistribusian bantuan pangan bagi warga yang diisolasi di Perumahan Cempaka, kecamatan Karangpawitan, kabupaten Garut, Jawa Barat, selasa (22/09/2020).

Ia menuturkan, Pemkab Garut saat ini sudah menyalurkan bantuan paket berupa kebutuhan pangan pokok bagi masyarakat yang daerahnya diberlakukan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) karena adanya kasus positif COVID-19 di daerah itu.

Namun di lapangan, kata dia, dilaporkan adanya bantuan yang didistribusikan kepada masyarakat kualitasnya jelek, dan diminta untuk segera diganti dengan kualitas yang lebih bagus.

“Untuk itu kami datang ke sini untuk mengawasi dan mengecek langsung kondisi bantuan, dan mudah-mudahan tidak ada lagi barang yang jelek,” katanya.

Ia menyampaikan, DPRD Garut terus melakukan pengawasan pelaksanaan program penyaluran bantuan berupa kebutuhan pangan maupun penanganan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak wabah COVID-19.

“Tentunya kami sesuai tugas dan fungsinya siap mengawal dan mengawasi pelaksanaan penanganan COVID-19 ini,” katanya.

Kepala Dinas Sosial Ade Hendarsyah menyatakan, siap melaksanakan pendistribusian bantuan pangan untuk daerah terdampak wabah COVID-19 sesuai aturan yang berlaku.

Ia menyampaikan, laporan masyarakat adanya beras berkualitas buruk sudah langsung ditarik dan diganti dengan barang yang berkualitas bagus.

“Yang kejadian kemarin sudah kami ganti, kalaupun sekarang misalkan ada yang jelek, akan kita tarik dan langsung diganti,” katanya.

Ia menyampaikan, beras yang ditemukan kualitas jelek itu karena adanya kesalahan pengambilan barang dari gudang sehingga terbawa dan tersalurkan ke masyarakat.

“Penyebabnya kemungkinan ada kesalahan pengambilan dari gudang yang terangkut, dan hari itu diganti dengan yang lebih baik,” katanya.

Reporter : Wena. H | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.