Dengan Prokes yang Ketat, SDIT Garut Islamic School (GIS) Prima Insani Lakukan Ujicoba PTM di Masa Pandemi

oleh -81 Dilihat

Garut, Fakta dan Realita-

PEMBELAJARAN Tatap Muka (PTM) di kabupaten Garut yang menjadi bagian dari pencanangan Gerakan Ayo Masuk Sekolah, hari ini Senin (19/04/2021), resmi di uji cobakan di seluruh Sekolah Dasar Negeri dan Swasta di kabupaten Garut. Seperti halnya yang dilakukan oleh SDIT Garut Islamic School (GIS) Prima Insani Garut Kota yang beralamat di Jl. Ciledug No.281, Kota Kulon, Kec. Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Ditemui dikantornya, Kepala SDIT Garut Islamic School (GIS) Prima Insani, Puji Faujiyah S.Pd, M.Pd kepada Media Fakta dan Realita mengatakan, seiring dengan Gerakan Ayo Masuk Sekolah yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Garut, hari ini, Senin19 April 2021, SDIT GIS Prima Insani mulai melaksanakan uji coba hari pertama Pembelajaran Tatap Muka yang diberlakukan untuk anak-anak kelas 1, 5, dan kelas 6.

Menurut Puji, untuk memperlancar ujicoba PTM ini, pihak Prima Insani telah mengatur segala sesuatunya, termasuk membatasi kapasitas kelas menjadi setengahnya, yakni hanya berisi 14 orang, dengan waktu belajar antara 3 sampai 4 jam per harinya.

“Begitu pula dengan Jadwal kegiatan sekolah sama juga telah diatur, yakni 2 kali tatap muka, 2 kali online dan 1 kali penugasan. Hal itu disesuaikan dengan jadwal pembelajaran di Prima Insani sendiri, yang hanya bersekolah 5 hari dalam seminggu,” ungkapnya.

Dikatakan Puji, dalam ujicoba PTM kali ini, kita pun turut menyelenggarakan kegiatan Penilaian Akhir Tahun (PAT) khusus untuk kelas 6 yang sejak pagi sudah mulai dilaksanakan. Oleh karena itu, pada pagi harinya kepada guru-guru maupun kepada anak-anak, kita telah lakukan pengkondisian terkait apa yang harus dilakukan selama PTM ini berlangsung, baik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran maupun dalam mematuhi semua aturan Protokol Kesehatan (Prokes) yang dianjurkan pemerintah.

“Tadi pagi, anak-anak sebelum masuk ke lokasi sekolah kita wajibkan untuk memakai masker, memakai faceshield, mencuci tangan dan pengecekan suhu tubuh terlebih dahulu. Begitu masuk kelas, mereka pun langsung menempati meja dan kursi yang telah diberi jarak sebelumnya,” ucapnya.

Pada uji coba PTM ini, sambung Puji, anak-anak peserta didik tampak sangat antusias saat masuk sekolah. Disisi lain, kami pun merasa tenang, karena saat ini telah mengantongi izin dari para orangtua yang telah ditanda-tangani diatas Materai. Selain itu, kita pun sehari sebelumnya telah melaksanakan chek kesehatan demi mendukung kelancaran PTM hari ini.

“Hanya tinggal menunggu vaksinasi. Dan, sesuai jadwal dari tim kesehatan Kabupaten Garut, besok kita para guru dan staff Prima Insani akan segera melaksanakannya. Besok itu, di pagi harinya akan dilakukan tes uji skrinning terlebih dahulu. Selanjutnya, bagi yang dinyatakan lolos, barulah menjalani vaksinasi usai buka puasa bersama,” ujar Puji.

Lebih jauh, puji mengatakan, tingkat kepatuhan anak-anak SDIT GIS Prima Insani terhadap protokol kesehatan yang kita terapkan sangatlah tinggi. Selain telah terbiasa sebelumnya, semua itu juga tak terlepas dari peran serta para orangtua yang selalu mengingatkan anak-anaknya untuk terus menjaga kesehatan dirinya.

“Khusus anak kelas 1, meski terbilang baru, namun mereka sudah mengetahui tentang pembelajaran dan prokes yang harus dilakukan. Karena melalui aplikasi zoom, kita pun telah sampaikan di waktu sebelum-sebelumnya,” kata Puji.

Puji berharap, mudah-mudahan dengan diberlakukannya uji coba PTM ini, kita semua berjalan lancar, tidak ada yang terkena Covid-19 baik anak-anak atau pun para guru, sehingga kedepannya PTM sesungguhnya dapat diterapkan.

“Jika PTM sesungguhnya dilaksanakan, diharapkan anak-anak dan guru-guru pun lebih disiplin lagi dalam menjaga kesehatannya sesuai dengan aturan protokol kesehatan 5M yang dianjurkan pemerintah. Hal itu penting, supaya nantinya pembelajaran bisa berjalan lancar dan efektif,” pungkasnya.

Reporter : Wena. H | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.