Bupati Garut Pimpin Gelaran Kick Off Meeting Perencanaan dan Penganggaran Tahun 2022

oleh -4 Dilihat

Garut, Fakta dan Realita-

BERTEMPAT di Hotel Santika, kecamatan Tarogong Kaler, kabupaten Garut, Selasa (10/11/2020), Bupati Garut, H. Rudy Gunawan, SH, MH, MP resmi membuka kegiatan Kick Off Meeting Perencanaan dan Penganggaran Tahun 2022, dan Persiapan Revisi RPJMD Kabupaten Garut 2019-2024. Kegiatan itu diselenggarakan guna mengawali proses perencanaan pembangunan di tahun 2022.

Hadir pada kegiatan tersebut, Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Zat Zat Munazat, Ketua Tim penggerak PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga), Diah Kurniasari, Para Kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), Para sekretaris SKPD, serta para Kepala bidang di lingkungan SKPD Kabupaten Garut.

Bupati Garut mengatakan, Kick Off Meeting dalam rangka penyusunan APBD 2022 akan dimulai dengan proses perencanaan di bulan Januari sampai dengan dilaksanakannya penyusunan RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) pada bulan Maret atau April.

“Saya berharap Saudara-Saudara bisa membantu saya secara pribadi untuk menuntaskan kewajiban saya sebagai Bupati Garut,” kata Bupati Rudy.

Menurut Bupati, kegiatan ini adalah langkah awal dari proses perencanaan pembangunan di tahun 2022, serta penyusunan kajian teknokratik revisi RPJMD Kabupaten Garut 2019-2024. Selain itu, RPJMD Kabupaten Garut 2019-2024 perlu direvisi karena adanya dinamika dalam kebijakan baik di pusat (terbitnya Perpres No. 18 Tahun 2020 tentang RPJMN 2020-2024, Permendagri No. 90 Tahun 2020 tentang Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah) maupun provinsi (Revisi RPJMD Provinsi Jabar) serta adanya Pandemi Covid-19 pun yang mempengaruhi proyeksi dan realisasi perkekonomian.

“Persoalan Kabupaten Garut adalah lemahnya daya beli, kurangnya PDRB (Produk Domestik Regional Bruto), PDRB itu adalah hasil dari barang dan jasa yang dihasilkan oleh Kabupaten Garut yang bisa dinilai dengan uang  sehingga PDRB Kabupaten  Garut dan PDRB Jawa Barat berpengaruh besar kepada pendapatan perkapita,” ujarnya.

Bupati menyebutkan, sampai saat ini Pendapatan perkapita Kabupaten Garut masih berada di bawah Pendapatan Rata-Rata perkapita penduduk Jawa Barat. Hal inilah yang menyebabkan tingkat kemiskinan di Garut cukup tinggi.

“Pendapatan perkapita Kabupaten Garut berada dibawah  rata-rata Jawa Barat hampir 21%, pendapatan rata-rata Provinsi Jawa Barat adalah 11 juta perkapita pertahun, sedangkan Kabupaten Garut hanya 8 juta perkapita pertahun. Dan ini menjadi persoalan besar, sehingga kemiskinan asli kita yaitu diangka 8,9 persen,” pungkas Rudy.

Reporter : Wena. H | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.