Bukannya Mendapat Perbaikan, Rumah Janda 72 Tahun di Kecamatan Karangpawitan Malah Mau Hancur

Berita Utama206 Dilihat
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Garut, faktadanrealita.com-

Sudah sekitar 10 bulan lalu bagian dapur rumah panggung milik seorang nenek bernama Masnah (72), Kampung Karangtengah RT. 05 RW. 06 Kelurahan Karangmulya, Kecamatan Karangpawitan Garut itu, luluh lantak.

Pada bagian lain rumah panggung yang kumuh dan sudah reyot itupun, kini semakin rapuh akibat berjalannya waktu serta cuaca yang tidak bersahabat.

Saat ditemui wartawan, Masnah mengharapkan, kondisi rumah yang sebagian besar atapnya sudah banyak bocor itu dapat segera diperbaiki.

“Sekarang saya terpaksa tidur di rumah tetangga karena jika hujan semuanya bocor, dan takut tiba-tiba rubuh,” keluhnya. Kamis (09/04/2020)

Ditanya akan pihak-pihak yang telah datang meninjau, Masnah mengatakan, pernah ada datang, baik kelurahan maupun dari pihak kecamatan dan koramil.

“Dari kelurahan datang mengambil foto dan janji mau mengurus, tapi sampai sekarang belum ada juga. Saya sekarang menunggu kebaikan Pa RW agar menguruskan perbaikan rumah ini,” katanya.

Ketua RW setempat, Luka Hakim, saat dikonfirmasi menjelaskan, paska robohnya sebagian rumah Masnah tersebut, pada Juli 2019 lalu, dirinya langsung mengirim proposal ke empat instansi.

“Saya mengurus dan mengirim langsung proposal itu ke BPD, Dinsos, Disperkim, dan Baznas. Hanya dari Dinsos mendapat santunan sekarung kecil beras dan satu dus mie instan,” ungkap Lukman.

Untuk kali keenamnya, lanjut Lukman, sebelum isu Corona merebak di Garut, dia datang ke Baznas dan mendapat jawaban dari petugas front office, ajuan untuk rumah tidak layak huni (Rutilahu) 2019 tidak ada yang diakomodir karena tidak ada dananya.

“Saya menjadi penasaran karena sebelumnya Baznas memberi harapan. Untuk itu saya berencana bertemu Kepala Baznas sendiri,” kata Lukman.

Inline Related Posts  Internet Dating - Is It Right For You?

Dalam penuturannya, Lukman mengungkapkan keherannya, kondisi rumah Masnah tersebut itu sebenarnya banyak diketahui instansi dan pejabat di tingkat kecamatan, termasuk camat sendiri mengetahui walau belum sempat ke lokasi.

“Bahkan, sempat dari Bapeda, seusai Musrembangdes di Kantor Kelurahan Karangmulya, datang melihat ke lokasi. Ibu dari Bapeda itu hanya menyatakan keprihatinannya saja,” katanya.

Sejauh itu, lanjut Lukman, rumah Masnah malah kian mendekati kehancuran, bukan mendapat perbaikan.

“Lurah sendiri tidak serius mengurus. Juga di lingkungan kecamatan hanya memberikan harapan saja,” ujar Lukman.

Reporter : Dedi Oded | Editor : Red_FR