Banyak Jemaah Masjid PUPR Garut Keluhkan Soal Mampetnya Air di Tempat Wudhu

oleh

Garut, Fakta dan Realita-

AKTIFITAS beribadah para jemaah di lingkungan masjid Dinas PUPR Garut terganggu dengan mampetnya air jamban tempat biasa mereka berwudhu.

Para jemaah mengeluh dan terpaksa harus berjalan lebih jauh ke lokasi jamban lain agar mendapatkan tempat untuk berwudhu.

“Ya sudah beberapa bulan ini jamban masjid tempat biasa berwudhu, air tersendat, kadang keluar kadang tidak. Kalau pun keluar airnya cuma sebesar lidi, pokoknya sangat darurat,” kata salah satu jemaah masjid yang tidak mau disebut namanya.

Menurutnya, ia tiap hari khususnya saat tiba waktu shalat Dzuhur dan Ashar selalu menyempatkan diri untuk beribadah di masjid Dinas PUPR tersebut.

“Masjid yang rutin dipergunakan itu seharusnya mempunyai jamban yang representatif dan kelancaran airnya mencukupi dan terjamin sehingga para jemaah nyaman dan khusyu dalam beribadah,” ucapnya.

Dengan kondisi jamban masjid demikian adanya, ia berharap agar pihak dinas PUPR Garut segera memperbaiki jamban miliknya ini, sehingga nantinya bisa membuat para jemaah yang hendak shalat menjadi lebih nyaman dan tak lagi kesulitan dalam berwudhu.

“Saya kira PUPR kan Dinas yang besar, masa proyek duniawi yang nilainya ratusan juta hingga milyaran rupiah bisa terlaksana dengan baik, sedangkan untuk jamban yang merupakan proyek “akhirat” yang uangnya tak seberapa, masa tak mampu,” ungkapnya.

Sekertaris Dinas PUPR kabupaten Garut, Asep Oo Kosasih, mengakui hal ini, memang benar saat ini kondisi jamban masjid PUPR airnya kurang lancar yang membuat orang shalat termasuk para pegawai PUPR merasa kurang nyaman.

Menurutnya, soal ketidak lancaran air tempat Wudhu di masjid PUPR bukan kita  sengaja membiarkannya, tetapi anggaran untuk perbaikannya itu yang belum ada sehingga mau tidak mau kita masih menunggu, apalagi kita belum tahu dari pos mana untuk peruntukkan perbaikan jamban ini.

“Ya untuk sementara bagi para jemaah saya sarankan untuk berwudhu di jamban lainnya, nantilah kita perbaiki,” ujarnya singkat.

Reporter : WH | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.