Bahas Monografi Digital Desa, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Kunjungi Pemkab Garut

oleh -1 Dilihat

Garut, Fakta dan Realita-

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Garut, menerima kunjungan Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Hj. Nurhayti Monoarfa. Kunjungan tersebut langsung diterima oleh Bupati Garut, Rudy Gunawan, SH, MH di Gedung Pendopo Garut, Jalan Kabupaten, Jum’at (24/7/2020).

Pertemuan tersebut membahas terkait uji coba digitalisasi Monografi desa untuk mendukung reformasi sistem perlindungan sosial yang ada di Kabupaten Garut.

“Pada hari ini, saya bersama dengan Tim Bappenas akan menindaklanjuti kunjungan kerja Bapak Menteri PPN bersama Bapak Menteri Sosial tanggal 19 Juni 2020 yang salah satunya di Kabupaten Garut. Dari pertemuan tersebut, Tim Bappenas telah melaksanakan kunjungan lapangan terkait Ujicoba Digitalisasi Monografi Desa untuk Mendukung Reformasi Sistem Perlindungan Sosial di Kabupaten Garut dengan salah satu Desa yang dipilih adalah Desa Pasanggrahan,” ujar Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Hj. Nurhayati Monoarfa, pada wartawan.

Dikatakannya, pada tahun 2020, upaya percepatan Penanggulangan Kemiskinan dan kesejahteraan sosial mengalami berbagai tantangan salah satunya Pandemi Covid-19 yang menyebabkan meningkatnya tingkat Kemiskinan menjadi 9.78% di 2020. Dampaknya, tidak hanya menyerang sektor kesehatan tetapi juga sosial dan ekonomi lainnya. Seperti, banyak orang kehilangan pekerjaan, berkurangnya pendapatan dan sulit mengakses pelayanan dasar. Sehingga muncul banyak penduduk miskin dan rentan baru yang tergambarkan pada angka Kemiskinan 2020 ini.

“Dari hal tersebut, Bappenas yang tugas,pokok dan fungsinya adalah sebagai perencana, merencanakan arah kebijakan di tahun 2021 yang dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2021 yang salah satu fokus pembangunannya adalah Reformasi Sistem Perlindungan Sosial,” katanya.

Fokus pembangunan ini, kata legislator Fraksi PPP, tentunya perlu beberapa persyaratan agar dapat tercapai, yang utamanya adalah terkait data yaitu transformasi data menuju registrasi sosial yang harus dimulai dari desa.

“Kenapa desa? Karena, Desa merupakan pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat dan mengetahui kondisi sebenarnya dari masyarakat dan lingkungannya. Berangkat dari hal tersebut, Bappenas mengusulkan untuk membangun registrasi sosial yang mencakup 100% penduduk maka perlu dimulai dari Digitalisasi Monografi Desa,” ucapnya.

Saat ini, menurut Nurhayati, di setiap Desa sudah memiliki Monografi Desa yang dipasang di setiap Kantor Desanya. Ada informasi kondisi di desa, ekonomi, kepemilikan aset dan juga data status pekerjaan dan pendidikan. Dengan dibuat menjadi digital dan disempurnakan menjadi satu sistem, data-data ini diharapkan dapat membantu Pemerintah Desa dan juga Pemerintah Daerah agar dapat menganalisa dan merencanakan pembangunan yang lebih tepat sasaran melalui data.

“Sehingga, diharapkan melalui data tersebut, pembangunan desa menjadi lebih sejahtera. Alhamdulillah, kita sudah berada di akhir acara. Diskusi-diskusi yang sudah dilakukan ini sudah kami catat dan akan segera kami tindak lanjuti di Bappenas. Digitalisasi Monografi Desa ini akan dilaksanakan pilotingnya di tahun 2020 dan dilaksanakan juga disebarluaskan lagi di tahun 2021,” katanya.

Dengan banyaknya sistem yang ada di desa, juga kaya akan datanya, menurut Nurhayati, dapat menjadi lebih baik lagi apabila sistemnya terintegrasi dan dapat dioperasionalkan menjadi lebih bermanfaat bagi pembangunan desa dan juga daerah. Mohon juga bantuan Bapak/Ibu untuk dapat memfasilitasi tim kami kedepannya dalam merencanakan pilot Digitalisasi Monografi Desa.

Sementara Bupati Garut, Rudy mengatakan, kondisi sekarang di Kabupaten Garut ada 28 yang terinfeksi Corona dan 3 meninggal dunia, Alhamdulillah dan kita sekarang masih nol, dan hari ini tidak ada satupun yang dirawat di rumah sakit RSU Dr Slamet Garut luar biasa. Kita dibantu oleh para camat dan kepala desa juga kelurahan rt-rw, yang mana dulu baru dihawatirkan bahwa akan banyak lagi orang Garut yang berada di luar Kabupaten Garut, waktu itu ada 150 ribu orang yang mudik ke Kabupaten Garut.

“Alhamdulillah terkendali dan adanya yang namanya isolasi mandiri, jadi ada satu kampung di Kabupaten Garut yaitu di Cigedug kita isolasi satu kampung tersebut sekitaran 350 kepala keluarga kita berikan jaminan berupa beras sembako dan lain sebagainya, satu rumah diberikan Rp 300.000 untuk 10 hari kedepan, dan tentu juga hari ini berhubungan dengan Covid19 kita melaksanakan social safety net yang ada di Kabupaten Garut,” tutur Rudy.

Sekali lagi kata Rudy, kepada Ibu Nurhayati kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas program ini karena yang paling utama bagi kita adalah masalah kesehatan, sekarang kita terus dan menerus melakukan testing dari mulai rapid test hingga Sweb sampai dengan 1% jumlah dari penduduk Kabupaten Garut, kewaspadaan kita tingkatkan meskipunmasyarakat di daerah tidak tahu apa itu yang namanya Corona, yang penting kita memakai masker Cuci tangan pakai sabun dan tidak berdekatan.

Reporter : Wa’Oded | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.