Agen Rosid Salurkan Beras Tanpa Label, Diingatkan Menyalahi Aturan, Malah Menantang

Berita Utama117 Dilihat
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Garut, Fakta dan Realita-

AGEN Rosid disinyalir telah menyalahi aturan saat melakukan penyaluran beras tak berlabel pada Program BPNT di Kampung Babakan Cau, Desa Wanakerta, Kecamatan Cibatu, Sabtu (22/05/21). Pada penyaluran beras terhadap ratusan KPM tersebut, Agen Rosid diketahui dengan sengaja memakai kemasan karung polos tanpa label SNI yang jelas-jelas telah bertentangan dengan aturan Pedum BPNT.

“Dari TKSK, iya memang mengarahkan hal itu (berlabel), tapi keur naon labelitas jeung legalitas teu ngaruh (tapi buat apa lebelitas dan legalitas tak berpengaruh), ” ujar sang pemilik agen, seolah merasa benar saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu 22 Mei 2021.

Rosid juga berdalih, bahwa di daerahnya juga terdapat mesin penggilingan padi. Sehingga jika Lebelisasi maupun legalitas diberlakukan maka akan membuat orang kaya makin kaya dan orang miskin makin miskin.

“Sok we bejakeun ka saha we lah (silahkan laporkan kepada siapapun),” ungkapnya, dengan nada menantang.

Sementara Tijan, TKSK setempat menjelaskan bahwa seluruh penyaluran program BPNT ke tiap agen E waroeng selalu ditekankan untuk mengikuti Pedum (Pedoman Umum), serta harus selalu memperhatikan 6T (tepat sasaran, jumlah, waktu, kualitas, harga dan administrasi).

“Adapun mengenai hal labelitas dan legalitas di item beras, ya itu tadi termasuk dalam 6 T yakni kualitas yang tidak diragukan lagi meskipun hal itu tidak termasuk dalam Pedum,” katanya.

Terkait adanya perusahaan di Kecamatan Cibatu yang telah memiliki labelitas dan legalitasnya resmi terdaftar di Kementan, Tijan mengapresiasi hal itu. Menurutnya, itu yang diharapkan.

“Itu yang dimaksud dengan kualitas yang sudah tidak diragukan lagi,” tambah Tijan.

Adapun berkaitan dengan pernyataan yang disampaikan Rosid pemilik agen E waroeng, Tijan tak bergeming, ia anggap hal itu hanya soal penyampaiannya saja yang kurang tepat, tanpa adanya reaksi marah atau kecewa.

Inline Related Posts  Update Data Kasus Covid-19 Kabupaten Garut Per 8 April 2020, 2 ODP Meninggal Dunia

“Mungkin cara penyampaiannya yang kurang halus,” pungkas Tijan, seakan-akan tidak ada yang salah dengan apa yang dilakukan Agen Rosid.

Reporter : Wa’Oded | Editor : Red_FR