11 April 2021

Fakta & Realita

Berita Harian Terkini, Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terpercaya Terlengkap Seputar Priangan

Pemkab Garut Peringati Hari HKN ke 55 Tingkat Kabupaten

Garut – faktadanrealita.com
Bupati Garut H Rudy Gunawan menjadi inspektur upacara dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 55 tingkat kabupaten Garut dilaksanakan di lapangan Setda Garut, Senin (18/11/2019).

Dalam kesempatan itu Bupati Garut membacakan sambutan menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dengan Tema yang diangkat kali ini adalah ‘Generasi Sehat Indonesia Unggul’.

”Tema tersebut merupakan salah satu bentuk pengaplikasian dari amanat yang diberikan oleh presiden tentang memprioritaskan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), ada dua isu kesehatan yang harus diselesaikan terkait membangun SDM itu, yaitu stunting dan jaminan kesehatan nasional, sementara ada dua isu lainnya yang juga harus diatasi, yaitu tingginya harga obat dan alat kesehatan serta rendahnya penggunaan alat kesehatan produksi dalam negeri.” baca Bupati dalam sambutan Menteri Kesehatan.

Selanjutnya, meskipun dalam 5 tahun terakhir angka stunting telah berhasil diturunkan hingga 10 persen, tetapi stunting masih menjadi permasalahan serius yang dihadapi masyarakat. Stunting adalah kondisi tubuh seseorang yang mengalami tubuh lebih pendek dibanding dengan orang seusianya. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis sejak bayi.

“Begitu juga dengan jaminan kesehatan yang masih banyak menuai permasalahan. Jaminan Kesehatan seperti BPJS misalnya masih belum sempurna. Tapi kita akan terus memperbaikinya dengan menghadirkan inovasi-inovasi kesehatan yang lebih baik,” lanjutnya.

Untuk di kabupaten Garut sendiri ungkap Bupati, ada 6 kecamatan yang mendapat perhatian lebih dari Pemkab Garut terkait penanganan kasus stanting. Untuk sekarang ini ada peningkatan dari 47 Cm, sekarang 49Cm sehingga apabila dibawah itu baru disebut kategori stanting

Baca Juga :   Benarkah Berbahaya? Ini Fakta Seputar Makanan Kedaluwarsa

”Di kabupaten Garut sendiri sebenarnya sudah menurun secara keseluruhan untuk kasus stanting tidak begitu terlalu darurat, tetapi karena menurut pemerintah pusat merupakan kasus darurat kita tetap berupaya untuk menyelesaikan permasalahan ini,” kata Bupati.

Masih kata Rudy, dikabupaten Garut ada 6 kecamatan yang mendapatkan perhatian serius terkait stanting, yang menjadi persoalan di Indonesia justru menurut WHO sekarang ini stanting yang terjadi akibat kurangnya asupan gizi pada proses dalam kandungan.

”Kasus yang terjadi di kabupaten Garut bukan hanya dipermasalahan kurang gizi, tetapi ada faktor keturunan disana, seperti kasus di kecamatan Leuwigoong atau Cibatu dan daerah lainnya, ada yang gizinya bagus tapi karena bapaknya beke ya dampaknya kepada anaknya juga karena keturanan itu, untuk dikabupaten sendiri kasus stanting dibawah 10%, kita terus mengoptimalkan dengan pendataan melalui PISBK yang anggarannya hampir mencapai Rp. 40 Milyar dari bantuan pusat,” terang Rudy.

Untuk di Garut sendiri sambung Rudy, masih dalam tahap normal untuk kasus stanting, justru permasalahan ada di Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dimana banyak penerima bantuan yang seharusnya keluarga miskin tetapi tidak tepat sasaran.

”Jadi masalah di kita yang paling mendasar bukan saja di kabupaten Garut tetapi di daerah keseluruhan itu soal data yang kurang lengkap, sebenarnya ada BDT, punteun yah orang yang menerima PKH sudah pasti miskin, begitu juga penerima BPNT, persoalannya begitu besar padahal anggaran sebegitu besarnya digulirkan,” pungkasnya usai membacakan sambutan Menteri Kesehatan.

Sumber : Humas Diskominfo Garut

Bagikan :
error: Protect !!!