Selama 4 Bulan Ini Kasus DBD di Kota Tasikmalaya Meningkat Capai 394 Kasus

Kesehatan213 Dilihat
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sebuah penyakit diakibatkan oleh gigitan nyamuk aedes Aegypti kini menjadi isu yang menjadi sorotan. Pasalnya kasus Demam Berdarah Dengue di Kota Tasikmalaya mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal itu diungkapkan Sekdis Kesehatan, Suryaningsih. “Ya jumlah kasus DBD di kota Tasikmalaya, dari 1 Januari sampai dengan 16 April 2024 ada sebanyak 394 kasus,” kata Sekertaris Dinas Kesehatan (Sekdis) Kota Tasikmalaya, Suryaningsih Kamis 18 April 2024.

Dari 394 kasus diketahui ada yang meninggal dunia sebanyak 1 orang dan yang saat ini masih di rawat ada 9 kasus. Sisanya sudah selesai menjalani perawatan (sembuh). “Ya DBD di Kota Tasikmalaya setiap bulannya di tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yaitu sudah ada di angka 394, padahal ini baru sampai bulan ke 4,”kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat Jumat 19 April 2024. “Untuk usia yang terkena DBD mulai dari 0-5 tahun ada 72 orang, kemudian 6-12 tahun ada 93 orang, kemudian 13-18 tahun itu ada 71 orang, 19-30 tahun ada 65 orang,”ujarnya.

Kalau melihat dari angka kasus lebih banyak yang terkena DBD itu pada usia sekolah atau usia produktif kerja.

“Kami prediksi bisa jadi penularan DBD nya itu tidak hanya dirumah, karena ini sebagian besar di kelompok usia sekolah, kemudian usia produktif kerja,”ujar, Uus. Ini yang harus diwaspadai juga adalah di tempat sekolah dan bekerja. Ini yang harus menjadi perhatian kita semua, apabila dibandingkan dengan usia yang relatif lebih banyak di rumah, yaitu kelompok usia antara 50 dan diatas 50 tahun itu tidak begitu banyak, hanya 37 orang.

Inline Related Posts  Wabup Garut Sambut Tim Verifikasi P2WKSS Provinsi Jawa Barat

Ini yang harus menjadi perhatian kita bahwa Tingginya kasus DBD membuktikan tingkat kesadaran terhadap lingkungan baik di Rumah tempat bekerja, apakah itu di kantor, apakah itu di sekolah masih rendah. “Jadi kalau melihat kasus dalam kelompok sekolah dan produktif kerja itu kan lebih banyak diluar. Sedangkan nyamuk ini aktivitas gigit nya juga efektif di pagi hari, bisa saja gigitannya sedang sekolah atau bekerja,” ujarnya

Meningkatnya kasus DBD ini harus menjadi perhatian kita semua agar kita selalu membersihkan lingkungan, apalagi hari ini sampai bulan 4 ini musim hujan masih berjalan, genangan air jadi pusat kembang biak jentik nyamuk lah yang harus diwaspadai.

Tidak hanya genangan air di luar, bisa saja di toilet bahkan di sisa sisa buangan seperti lemari es, dispenser, bak mandi atau ember, barang barang bekas lainnya yang diyakini bersih. “Kenaikan ini juga bisa terjadi karena memang tingkat penyebaran nyamuk nya meningkat dan pencegahan atau memberantasnya ini tidak bisa mengandalkan voging. Karena voging hanya bisa membunuh nyamuk dewasa,” ujarnya. Sedangkan telur nyamuk atau jentik tidak bisa di berantas dengan voging, hanya bisa di bersihkan. Jadi ini harus ada kesadaran kita semua untuk tetap menjaga kebersihan dengan sering menguras bak mandi, menutup dan membakar barang barang bekas (3M) dengan cara mandiri.

“Jadi pemberantasan nyamuk mandiri ini sangat penting, oleh karena itu mohon bisa dipahami oleh masyarakat tentang menjaga dan memelihara lingkungan, membersihkan genangan air, itu harus dilakukan secara rutin secara mandiri baik di rumah, sekolah, maupun kantor,”ujarnya. Pemberantasan nyamuk harus ada kesadaran kolektif, semua pihak harus bisa memahami pentingnya memberantas sarang nyamuk DBD ini, jangan hanya mengandalkan voging, karena voging itu hanya alternatif saja. Uus juga menyebut, kalau melihat kenaikan empat bulan ini, DBD tahun 2024 ini hampir 30 persen lebih tinggi dari tahun 2023 dengan bulan yang sama. Walaupun pernah dulu tinggi sekali, kalau tidak salah di tahun 2020-2021 sampai berbarengan dengan covid waktu itu.

Inline Related Posts  Bulan Peduli Kanker Payudara, Deteksi Dini Sebelum Terjadi "Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati"

Tetapi bukan berarti harus menyamakan dengan tahun sebelumnya, sebisa mungkin kita harus menekan DBD ini semaksimal mungkin. Nah ini yang harus menjadi perhatian kita semua termasuk jangan membuang sampah sembarangan berpotensi menjadi sarang nyamuk.***

 

 

 

 

Sumber :PRIANGANTIMURNEWS

 

 

  ()