Deputi Bidang Kemenkop UKM RI Kunjungi Sentra Kulit Sukaregang dan RPB Garut

Oleh: Wena Hanafia (Pimred FR)

Info273 Dilihat
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Garut, Fakta dan Realita-

DEPUTI Bidang Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (Kemenkop UKM) Republik Indonesia, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Garut, pada Senin (05/04/2024).

Kedatangan rombongan yang dipimpin Deputi Bidang UKM Kemenkop UKM RI, Hanung Harimba Rachman dan Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM RI, Ahmad Zabadi, langsung disambut oleh Pj Bupati Garut, Barnas Adjidin, di Kantor Bupati Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat.

Usai berdiskusi beberapa saat dengan Pj Bupati Garut, rombongan Kemenkop UKM RI didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Kabupaten Garut, Ridzki Ridznurdin, bertolak mengunjungi kawasan sentra kulit Sukaregang yakni Astiga Leather yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani. Disana, rombongan Kemenkop RI, selain melihat dan mencoba produk-produk kulit khas buatan Garut, mereka juga menyaksikan secara langsung proses produksinya.

Setelah puas berkunjung di Astiga Leather, rombongan melanjutkan kunjungannya ke Rumah Produksi Bersama (RPB) yang berada di Jalan Guntur, di bekas gedung Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk meninjau beberapa mesin untuk pengolahan produksi kulit yang ada di RPB.

Disela-sela kunjungannya, Deputi Bidang UKM Kemenkop UKM RI, Hanung Harimba Rachman, menyampaikan, tujuan kedatangannya ke Kabupaten Garut dalam rangka memperkuat kelembagaan dan ekosistem produk kulit di kota berjuluk Kota Intan ini.

Hanung berharap, RPB ini bisa menjadi pusat untuk pengembangan ekosistem kulit di Kabupaten Garut, sehingga produk kulit Garut bisa terkenal di manca negara dan brand kulit Garut bisa masuk di kelas yang tinggi.

“Saya sih optimis gitu ya, ini akan bisa terbangun, tetapi tentunya dengan kerjasama semua pihak untuk membangun (dan) untuk memanfaatkan fasilitas ini,” tuturnya singkat.

Inline Related Posts  Netherlands Girls Help!

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM RI, Ahmad Zabadi menyebutkan, salah satu hal penting dengan hadirnya RPB ini adalah memperkuat ekosistem yang ada dengan koperasi yang mampu mengoperasionalkan rumah produksi bersama ini.

Menurut Zabadi, diperlukan sinergitas antar berbagai pihak dengan koperasi yang memiliki kapasitas untuk dapat mengelola semua ekosistem ini, karena di RPB ini koperasi menjadi simpulnya atau penggeraknya.

“Dari Kementerian Koperasi dalam satu tahun ini, RPB ini akan kita dikelola oleh profesional, yang diharapkan nanti pasca ini, para profesional ini menjadi bagian dari koperasi, katakanlah menjadi karyawan di koperasi,” terangnya.

Melalui upaya ini, kata Zabadi, keberlanjutan akan terjamin, sehingga ekosistemnya yang sudah diarahkan, termasuk dengan kehadiran designer, offtaker, dan sebagainya dalam sebuah bingkai proses bisnis yang telah disiapkan bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Sementara itu, Kepala Diskop UKM Kabupaten Garut, Ridzki Ridznurdin, sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Kemenkop UKM RI, yang telah melakukan monitoring dan evaluasi dalam bentuk kunjungan kerja ke lokasi RPB maupun ke lingkungan kulit Sukaregang.

Menurutnya, kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Garut bersama Kementerian Koperasi untuk menumbuhkembangkan sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing para pelaku pengrajin kulit di kawasan Sukaregang dan sekitarnya.

“Sehingga pada akhirnya kita harapkan industri kulit secara umum secara luas di Garut akan semakin berjaya, menjadi bukan saja pemain di lokal, nasional, tetapi juga harapan kita menjadi pemain di tingkat global begitu ya,” ujar Ridzki.

Ridzki menyebut, Pj Bupati Garut juga telah memerintahkan untuk melakukan upaya percepatan dengan hadirnya RPB, mulai dari tata kelola pengelolaan manajemen, pengembangan Sumber Daya Mineral (SDM) melalui pelatihan pendidikan, manajemen produksi, manajemen pemasaran, hingga keuangan dan pembiayaan.

Inline Related Posts  Ingin Jadi Sarjana Administrasi Publik, Segera Daftarkan Dirimu di FISIP UNIGA Mungpung Ada Beasiswa

“Sekaligus juga kedepan memang ini harus dibuka kesempatan untuk melakukan penetrasi pasar ke tingkat yang lebih luas ya, melalui beberapa program misalnya promosi pameran dagang, pameran expo, dan lain sebagainya,” ujarya.

Ridzki berharap RPB yang nantinya akan dikelola oleh Koperasi Cinta Carma Bella, akan menjadi rumah besar seluruh UKM yang terlibat dalam industri kulit, dan pihaknya mengajak agar fasilitas yang ada RPB ini bisa segera dioptimalkan.

“Tindaklanjut dari adanya kunjungan ini, kita akan meningkatkan kapasitas SDM di RPB, karena di tempat tersebut diisi dengan alat-alat yang cukup canggih, sehingga harus diikuti dengan kemampuan (skill) atau keterampilan dari SDM yang ada di RPB,” pungkasnya.

RED_FR