Saat Arus Balik Lebaran Pedagang Oleh-oleh Nagreg Sepi Pembeli

Bandung360 Dilihat
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Pedagang oleh-oleh Nagreg makin sepi pembeli saat arus balik lebaran ini. Hanya satu dua kendaraan yang berhenti untuk membeli pelbagai panganan khas Nagreg.

Wahyu, salah seorang pedagang di dekat rel kereta api Nagreg, mengaku saat arus balik seperti sekarang, pembeli makin sepi karena kurangnya kendaraan yang melintas jalur tersebut.

“Saat belum lebaran, walaupun tidak seperti tahun lalu, tapi masih ada yang beli. Sekarang, makin sepi,” ujar Wahyu, Senin 15 April 2024.

Saat arus mudik, jalur ini memang banyak dilintasi oleh pemudik yang menuju timur, namun setelah lebaran atau saat arus balik, kendaraan ke arah Tasikmalaya dan Garut lebih sedikit dibanding dengan kendaraan menuju arah Bandung.

Kondisi tersebut menjadikan pedagang di jalur Nagreg menjadi lebih sepi pembeli, berbeda dengan pedagang oleh-oleh di jalur lingkar Nagreg yang penjualannya lebih baik saat arus balik.

“Kalau setelah lebaran di daerah Gunung Alit (Lingkar Nagreg) lebih ramai,” katanya.Wahyu mengatakan, saat sebelum lebaran dia bisa mendapat omzet antara Rp500.000-Rp1 juta setiap harinya.

Namun saat ini untuk menembus angka Rp500.000 saja sangat sulit karena sepinya pembeli.

“Yang dagang juga banyak, jadinya saingannya lumayan ketat. Apalagi tahun ini tidak terlalu ramai,” katanya.

Bahkan kata Wahyu, sebagian besar barang dagangannya merupakan sisa stok untuk mempersiapkan arus balik. Beruntung, oleh-oleh khas nagreg seperti ubi cilembu bisa tahan beberapa pekan.

 

 

 

 

 

Sumber :AYOBANDUNG.COM ()

Inline Related Posts  RSUD Soreang Segera Miliki Ruang Isolasi Covid-19