FTBI Jenjang SD Tingkat Kabupaten Garut Resmi Dibuka Kadisdik Ade Manadin

Info451 Dilihat
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Garut, Fakta dan Realita-

FESTIVAL Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Jenjang SD Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2023 kembali digelar di Komplek Yayasan Al Musadaddiyah, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, Jawa barat, Rabu (4/10/2023).

FTBI yang digelar ke-3 kalinya ini, bertujuan untuk menyukseskan kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah sebagai bagian utama dari Program Merdeka Belajar Episode ke-17. FTBI merupakan ajang media apresiasi kepada para peserta didik yang dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, sampai provinsi. Pemerintah berharap dari penyelenggaraan kegiatan FTBI ini akan terwujud toleransi kebhinekaan di Indonesia.

Pelaksanaan FTBI tingkat Kabupaten Garut  tahun ini lebih meriah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Jumlah peserta yang mengikuti FTBI kali ini berjumlah 528 peserta, yang merupakan perwakilan dari 42 kecamatan yang ada di kabupaten Garut.

FTBI Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2023 menggelar tujuh mata lomba kategori putra-putri, yang meliputi :

1. Ngadongeng 76 peserta

2. Biantara 76 peserta

3. Maca Sajak 80 peserta

4. Nembang Pupuh 81 peserta

5. Maca jeung nulis aksara sunda 65 peserta

6. Ngarang carita pondok 73 peserta, dan

7. Ngabodor sorangan (borangan) 77 peserta

Gelaran FTBI Jenjang SD Tingkat Kabupaten Garut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) kabupaten Garut, Dr. H. Ade Manadin, S.Pd, M.Pd yang berlangsung di lapangan SMA Ciledug Al-Musaddadiyah, yang dimeriahkan dengan penampilan Frofil dan Moto Juang dari masing-masing kecamatan.

Ditemui disela-sela kegiatan, Kadisdik Garut menyebutkan, dengan dilaksanakannya FTBI tahun 2023 ini diharapkan bisa menghasilkan pinunjul (juara) pada setiap bidang lombanya yang dapat membanggakan kabupaten Garut di tingkat provinsi Jawa Barat.

Inline Related Posts  Jadwal Seleksi Petugas KPPS Pemilu 2024

“Selain itu, dengan FTBI tahun ini diharapkan pula bisa meningkatkan rasa bangga terhadap bahasa dan sastra daerah yaitu bahasa dan sastra sunda yang sekarang mulai berkurang, terutama di kalangan generasi muda,” ucapnya.

Lanjut Kadisdik, melalui FTBI nantinya generasi muda dimulai dari sekolah dasar bisa menjadi penutur aktif bahasa ibu atau bahasa daerah. FTBI juga berperan sebagai platform untuk memperkuat pemahaman dan cinta terhadap kekayaan budaya lokal, khususnya dalam Bahasa dan Sastra sehingga akan mendorong generasi muda menjadi pelopor dalam pelestarian dan pengembangan warisan budaya daerah.

“Intinya agar bisa menjaga kelangsungan hidup bahasa dan sastra daerah dengan sukacita dan menyenangkan, serta dapat menciptakan ruang kreativitas dan kemerdekaan untuk mempertahankan keberlangsungan bahasa dan sastra daerah sebagai bahasa ibu,” pungkas Kadisdik Garut.

PIMRED FR

()

Tinggalkan Balasan