Hilangnya Tradisi Nyeungeut Lodong di Kirisik

Sumedang243 Dilihat
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Sumedang, faktadanrealita.com-
Tradisi ‘nyeungeut’ lodong di Desa Kirisik, Kecamatan Jatinunggal yang biasanya semarak pada bulan puasa kini mulai hilang.

Kades Kirisik Wawan Papat Hidayat membenarkan jika biasanya sebelum puasa tiba, warga Desa Kirisik membuat lodong berukuran besar dari bambu. Lodong ini dinyalakan ketika mau berbuka puasa atau mengisi waktu ngabuburit. Namun kini lodong sudah langka apalagi saat ini dalam kondisi wabah.

“Tradisi nyeungeut lodong memang merupakan tradisi warga Kirisik secara turun temurun. Setiap kampung, pada sore hari saat bulan puasa, biasanya semarak oleh suara dentuman lodong yang saling berbalas dari satu titik dengan titik lainnya,” kata Wawan, Minggu (26/4/2020).

Tidak terdengarnya suara lodong pada bulan puasa sekarang. Mungkin warga ikut prihatin atas kondisi saat ini.”Karena kami juga penerintah desa meninta warga untuk jangan beraktivitas yang menimbulkan kerumunan,” kata Papat.

Namun demikian, kata Papat bila kondisi wabah Covid-19 sudah membaik. Pihaknya akan kembali memupuk tradisi-tradisi yang biasa dilakukan oleh warga Kirisik. Diantaranya tradisi nyeungeut lodong sepanjang bulan puasa sampai lebaran.*** (nsa)kita bersama – sama melawan, mencegah penularan covid 19 ini.

Sumber : sumedangkab.go.id
Editor : Red_FR

Inline Related Posts  Penerima Bantuan yang Sudah Meninggal Harus Dihapus dari DTKS