Terhitung Mulai 12 Oktober 2020, Kabupaten Garut Dinyatakan Darurat Bencana

oleh -3 Dilihat

Garut, Fakta dan Realita-

BENCANA Alam yang melanda wilayah kabupaten Garut dalam beberapa hari ini membuat Bupati Garut, H. Rudy Gunawan khawatir. Bupati terhitung mulai tanggal 12 Oktober 2020 menyatakan, kabupaten Garut dalam keadaan darurat bencana, hal itu diungkapkannya kepada para awak media di Command Center Garut, Rabu (14/10/2020).

Bupati Garut mengatakan, darurat bencana ini terkait adanya banjir bandang dan tanah longsor beberapa waktu lalu yang terjadi di wilayah selatan Garut yang banyak merusak fasilitas umum dan pemukiman penduduk.

“Wilayah yang terdampak meliputi Enam kecamatan antara lain Kecamatan Pameungpeuk, Cisompet, Cibalong, Cikelet, Pamulihan, dan Kecamatan Peundeuy. Kerusak terparah berada di wilayah kecamatan Pameungpeuk dan Cisompet,” tuturnya.

Bupati Rudy menegaskan, akan merekontruksi infrastruktur jalan, jembatan, fasilitas umum, dan pemerintah yang rusak termasuk sarana air bersih, termasuk akan mengklasifikasi bantuan untuk memindahkan orang dengan anggaran APBD yang ada.

“Kita akan mengadakan rapat dulu di BPKAD, terkait penghitungan rencana kebutuhannya. Kami akan validkan dulu data jumlahnya,” kata Rudy.

Rudy menjelaskan, dampak dari kejadian tersebut, lebih dari 1.000 rumah mengalami kerusakan, baik kerusakan ringan maupun berat, serta rusaknya fasilitas umum yang meliputi jembatan, jalan serta yang lainnya.

“Kerusakan rumah kategori berat berada di wilayah Pameungpeuk dan Cisompet, sedangkan kategori kerusakan ringan berada di Cikelet,” ungkapnya.

Dalam keadaan darurat bencana, kata Bupati Rudy, menghimbau kepada warga masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan dekat tebing harus waspada pergerakan tanah, longsor dan banjir bandang.

“Berdasar data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), saat ini Indonesia sudah memasuki musim hujan. Musim hujan di Indonesia sendiri datang secara bertahap, dan diprediksi berakhir sekitar akhir Maret atau April 2021, oleh karena itu harus waspada dengan bencana alam yang terjadi seperti pergerakan tanah, longsor dan banjir bandang,” kata Rudy.

Bupati Garut juga menginstruksikan seluruh camat, kepala desa dan kepala kelurahan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap daerah rawan bencana, terutama masyarakat yang berada di pinggir-pinggir sungai besar, selain kewaspadaan juga diberi peringatan, dan diberi advokasi mitigasi bila terjadi luapan air tiba-tiba dan mengancam jiwa serta tempat tinggalnya.

Bupati menginstruksikan agar menyiapkan langkah-langkah pertolongan pertama terhadap jiwa dan harta benda, bilamana terjadi bencana logsor, banjir bandang, pergerakan tanah.

”Lakukan segera evakuasi, dan segera laporkan ke Pusdalops (Pusat Pengendalian dan Operasi) BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah). Kita akan menangani secara cepat dengan dibantu TNI/Polri,” pungkas Rudy dengan tegas.

Reporter : Wena. H | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.