Tangis Haru Warnai Kepulangan 29 ODGJ Asal Garut, Pasca Direhabilitasi Di RSJ Bogor

oleh -1 Dilihat

Garut, Fakta dan Realita-

USAI menjalani masa rehabilitasi selama 28 hari di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr. H. Marzoeki Mahdi, Bogor, Jawa Barat dan telah dinyatakan sembuh, akhirnya puluhan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) asal Garut, bisa dipulangkan dan diserahkan ke keluarganya masing-masing.

Pihak keluarga dari ODGJ pun tampak merasa bahagia dan haru, saat tengah berkumpul di Klinik Atma di desa Cimurah, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, pada Kamis (18/3/2021) kemarin.

Rasa bahagia terpancar dari raut puluhan keluarga, karena hari itu mereka akan bertemu dengan anggota keluarganya yang sebelumnya menjalani rehabilitasi kejiwaan di RSJ Bogor.

Dan tak lama kemudian orang yang sedang mereka tunggu-tunggu pun turun dari dalam bus RSJ Marzoeki Mahdi. Saat itu beberapa diantara anggota keluarga tak kuasa membendung air matanya saat menyambut kedatangan orang/anggota keluarga tiba. Memang di Klinik Atma, menjadi titik kumpul atau kegiatan penyambutan sebanyak 29 ODGJ yang berasal dari berbagai daerah di wilayah Garut.

Menurut keterangan Kepala Bidang Pengendalian Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Asep Surachman, 29 ODGJ ini sebelumnya dititipkan di RSJ Marzoeki Mahdi guna menjalani rehabilitasi. “Hari ini, mereka dipulangkan kembali ke keluarganya karena telah selesai menjalani rehabilitasi,” ucapnya.

“Setelah menjalani rehabilitasi selama.28 hari di RSJ Marzoeki Mahdi di Bogor, Alhamdulillah, mereka sudah bisa dikembalikan ke keluarganya. Mereka pulang dengan kondisi sehat,” ucap Asep lagi.

Sebelumnya lanjut Asep, Pemkab Garut melalui Dinas Kesehatan mengirimkan 29 ODGJ ke RSJ Marzoeki Mahdi pada 25 Februari 2021 lalu. ODGJ yang dikirim untuk menjalani rehabilitasi ini adalah yang mengalami.gangguan jiwa berat dan beberapa di antaranya ada yang dipasung oleh pihak keluarganya.

“Saat dibawa ke RSJ Marzoeki Mahdi, ada beberapa di antara mereka yang terpaksa dirantai karena untuk mengjindari hal yang tak diharapkan. Namun sepulangnya dari Bogor, mereka sudah dalam kondisi sehat dan menunjukan sikap yang normal,” tutur Asep.

Bahkan, saat bertemu dengan anggota keluarganya, mereka sudah bisa berinteraksi secara normal. Begitupun dengan rekan-rekan yang sebelumnya juga menjalani rehabilitasi. “Kini kondisi mereka sudah sehat dan diharapkan mereka tidak lagi diperlakukan seperti ODGJ sebagaimana sebelumnya,” harapnya.

“Karena perlakuan dan stigma dari pihak keluarga dan masyarakat akan sangat berpengaruh terhadap kesembuhan mereka secara maksimal,” tandas Asep.

Sementarq itu Promotor Kesehatan Jiwa Masyarakat RSJ Marzoeki Mahdi, Iyep Yudiana mengatakan, mereka yang sebelumnya mengalami gangguan kejiwaan saat ini sudah mendapatkan perawatan dan proses rehabilitasi di Bogor.

Dan, selama berada di RSJ, mereka menjalani penanganan kedarutan, fase akut, fase, tenang, dan rehabilitasi sampai pasien itu dinyatakan sehat dan boleh pulang. “Ya, semua pasien dari Garut ini kondisinya sudah menunjukan baik. Terbukti saat ini mereka sudah bisa berinteraksi dengan orang lain,” ujar Iyep.

Hanapia,salah satu orang tua dari pasien ODGJ asal Limbangan, menyampaikan perasaan senangnya, karena anaknya sudah terlihat lebih baik dari sebelumnya. Karena sebelumnya anaknya sering ngamuk dan marah-marah, tuturnya.

“Alhamdulillah, sekarang kondisi anak saya sudah jauh lebih baik. Kendati kami tetap akan memberikan perhatian khusus dan memberinya obat sesuai anjuran pihak RSJ,” ucap Hanapia

Dirinya pun mengucapkan terima kasih kepada pihak RSJ Marzoeki Mahdi, Pemkab Garut dan Dinas Kesehatan Garut, yang telah peduli serta turut membantu dalam rehabilitasi anaknya, ucap Hanapia.

Reporter : Wa’Oded | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.