Simak Pidato Kenegaraan Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2020, Bupati dan Wakil Hadiri Rapat Paripurna DPRD Garut

oleh -2 Dilihat

Garut, Fakta dan Realita-

DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tingkat II Kabupaten Garut menggelar rapat paripurna masa sidang II tahun 2020 dengan agenda mengikuti dan mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia pada Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2020 melalui siaran televisi dalam rangka HUT ke-75 Kemerdekaan RI.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Garut Hj. Euis Ida Wartiah didampingi Wakil Ketua I Enan, Wakil Ketua II Agus Hamdani, Wakil Ketua III R. Moch. Romli, dan dihadiri Bupati Garut, H. Rudy Gunawan, Wakil Bupati Garut dr. Helmi Budiman, seluruh Wakil ketua dan Anggota DPRD Garut, jajar Forkopimda Garut, serta para tamu undangan, berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Garut, Jl. Patriot No. 07 Kel. Sukagalih Kec. Tarogong Kidul, Jumat, 14 Agustus 2020.

Dalam Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2020, Presiden RI Ir. H. Joko Widodo menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para dokter perawat dan petugas di rumah sakit di laboratorium klinik-klinik kesehatan dan di rumah isolasi kepada tokoh masyarakat para relawan aparat TNI dan Polri di pusat dan di daerah.

“Dengan peristiwa ini maka reformasi mental di sektor kesehatan juga harus kita percepat orientasi pada pencegahan penyakit dan pola hidup sehat harus diutamakan penguatan kapasitas SDM pengembangan Rumah Sakit dan balai kesehatan serta industri obat maupun alat kesehatan harus diprioritaskan ketahanan dan kapasitas pelayanan kesehatan harus kita tingkatkan secara besar-besaran,” kata Presiden Joko Widodo.

Presiden Jokowi menyampaikan, sebanyak 215 negara, tanpa terkecuali Indonesia, sedang menghadapi masa sulit diterpa pandemi COVID-19. Ia menyebut, dalam catatan WHO, sampai tanggal 13 Agustus kemarin, terdapat lebih dari 20 juta kasus COVID-19 di dunia. Dengan jumlah kematian di dunia sebanyak 737 ribu jiwa.

“Semua negara, negara miskin, negara berkembang, termasuk negara maju, sedang mengalami kemunduran karena terpapar COVID-19. Krisis perekonomian dunia pun terparah dalam sejarah. Di kuartal pertama 2020, pertumbuhan ekonomi negara kita masih ditambah 2,97%. Tapi di kuartal kedua kita minus 5,32%, ”ujar Jokowi.

Dikatakan Jokowi, ekonomi negara-negara maju bahkan minus belasan persen, sampai minus 17%. Menurutnya, kemunduran banyak negara besar ini bisa menjadi peluang dan momentum bagi bangsa Indonesia untuk mengejar ketertinggalan.

“Ibarat komputer, perekonomian semua negara saat ini sedang macet, sedang hang. Semua negara harus menjalani proses mati komputer sewaktu-waktu, harus melakukan re-start, harus melakukan re-booting. Semua negara mempunyai kesempatan men-setting ulang semua sistemnya, ”kata Jokowi.

Dalam pidatonya, Jokowi juga menyambut hangat seruan moral penuh kearifan dari para ulama, para pemuka agama, dan tokoh-tokoh budaya agar menjadikan momentum musibah pandemi ini sebagai sebuah kebangkitan baru untuk melakukan sebuah lompatan besar.
“Inilah saatnya kita membenahi diri secara fundamental, melakukan transformasi besar, menjalankan strategi besar. Strategi besar di bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan, termasuk kesehatan dan pendidikan. Saatnya kita bajak momentum krisis untuk melakukan lompatan-lompatan besar. Pada usia ke-75,” ucap Jokowi.

Lebih lanjut, Presiden RI mengatakan, demikian pula halnya dengan ketahanan pangan dan menjamin kelancaran rantai pasokan makanan dari hulu produksi sampai Hilir distribusi ke seluruh wilayah Negeri. Produksi pangan peningkatan nilai tambah bagi petani penguatan koperasi dan metode korporasi petani akan terus ditingkatkan lumbung pangan sedang dibangun untuk memperkuat cadangan pangan nasional.

“Bukan hanya di Hulu tetapi juga bergerak di hilir produk pangan industri. Bukan lagi menggunakan cara-cara manual tetapi teknologi modern dan pemanfaatan kecanggihan digital bukan hanya untuk pasar domestik tetapi juga untuk pasar internasional,” tuturnya.

Presiden mengungkapkan, saat ini sedang dikembangkan di Provinsi Kalimantan Tengah serta provinsi Sumatera Utara dan akan dilakukan kemudian di beberapa daerah lain yang merupakan antara pemerintah swasta dan masyarakat sebagai pemilik lahan maupun sebagai tenaga kerja. Upaya telah dan sedang dilakukan dalam membangun kemandirian energi tahun 2019.

“Kita sudah berhasil memproduksi dan menggunakan B-20 dan tahun ini kita mulai dengan B-30, sehingga kita mampu menekan nilai impor minyak kita di tahun 2019. Pertamina kerjasama dengan para peneliti telah berhasil ciptakan untuk pembuatan D-100 yaitu bahan bakar diesel yang 100 persen dibuat dari minyak kelapa sawit yang sedang diproduksi di kilang minyak kita ini akan menyerap minimal 1.000.000 ton sawit produksi petani untuk kapasitas produksi 20.000 barel per hari. Bahan mentah yang lain juga terus dilakukan secara besar-besaran batubara diolah menjadi metana dan gas beberapa kilang dibangun untuk mengolah minyak mentah menjadi minyak jadi dan sekaligus menjadi penggerak industri,” tandasnya.

Reporter : Wena. H | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.