Sebanyak 1.220 Tenaga Honorer Kabupaten Garut Bersukacita usai Diangkat sebagai PPPK

oleh -74 Dilihat

Garut, Fakta dan Realita-

BERTEMPAT di Lapangan Setda Garut, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (2/3/2021), Bupati Garut, Rudy Gunawan resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) kepada 1.220 tenaga honorer di Kabupaten Garut. Prosesi penyerahan SK tersebut juga turut disaksikan di 10 titik lokasi tempat penyelenggaraan melalui aplikasi Teleconference.

Penyerahan SK PPPK tersebut secara simbolis diberikan Bupati kepada 6 orang penerima SK PPPK berdasarkan Surat Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor D 26-30/V 249-2/99 Tanggal 3 Desember 2020 Perihal Usul Penetapan Nomor Induk (NI) PPPK Tahun 2019 Secara Elektronik.

Bupati Garut dalam pernyataannya, mengucapkan terimakasih kepada semua tenaga honorer yang selama ini telah mendedikasi diri pada pekerjaannya meskipun tanpa adanya upah dan status.

“Tentunya saya ucapkan selamat kepada 1.220, saya tegaskan sekali lagi tidak ada angka, tidak ada angka 100, tidak ada 700. Saya putuskan agar semuanya ikut dalam kesempatan ini secara bersama-sama, karena 1.220 orang ini, semuanya telah membaktikan diri dengan luar biasa,” ucap Bupati Garut.

Rudy menyebutkan, penyerahan SK PPPK ini juga merupakan realisasi dari program ‘sejuta guru’. “Tidak tertutup kemungkinan adanya penyerahan SK PPPK di tahun berikutnya. Tahun ini kan yang sejuta guru, sedangkan di Garut yang ada di dapodik (data pokok pendidikan) sekitar 8 ribu guru dan tentu kita akan lihat harus ada tes lagi, kita ikuti saja prosedurnya,” ungkap Bupati Rudy.

Sementara itu, Kepala BKD (Badan Kepegawaian dan Diklat) Kabupaten Garut, Didit Fajar Putradi, dalam keterangannya kepada Media Fakta dan Realita menyebutkan, untuk PPPK ini keseluruhan terdapat 1.226 pegawai, namun karena ada 1 orang yang mengundurkan diri dan 5 orang masih dalam proses verifikasi dan validasi maka yang menerima SK PPPK hari ini berjumlah 1220 pegawai.

“Jadi dari jumlah 1.226 orang, yang mendapatkan persetujuan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebanyak 1.221 orang. Namun, ada 1 (satu) orang mengundurkan diri, 5 (lima) orang masih proses verifikasi dan validasi Kantor Regional III BKN Bandung,” jelasnya.

Didit menyampaikan, dari sebanyak 1.220 orang PPPK yang diberikan SK oleh Bupati Garut ini, komposisi terbesar itu berasal dari tenaga kependidikan/guru yakni sebanyak 1.005 orang PPPK. Selebihnya, sebanyak 108 orang PPPK tenaga kesehatan dan 107 orang PPPK tenaga penyuluh pertanian.

Di tempat lain, Kepala SMPN 2 Garut, DR. Budi, yang sekolahnya menjadi salah satu tempat penyerahan SK PPPK mengatakan, sebagai tuan rumah yang baik tentunya mendukung keputusan pemerintah tentang penyerahan SK PPPK ini. Menurutnya, mereka memang layak mendapatkannya, mengingat dedikasi yang ditunjukkannya selama ini, sudah tidak bisa diragukan lagi.

“Hari ini SMPN 2 Garut menjadi titik penyerahan SK PPPK bagi sebanyak 100 orang honorer. Tadi, Kepala Dinas Pendidikan Garut dan juga perwakilan dari BKD Garut pun turut memantau pelaksanaan kegiatan ini,” terangnya.

Dr. Budi berpesan, agar para PPPK ini tetaplah bekerja dengan baik seperti yang selama ini mereka perlihatkan dalam pengabdiannya. Dengan adanya SK ini, tentunya mereka pun diharapkan bisa lebih baik lagi dalam melakukan kinerjanya.

“Khusus di SMPN 2 Garut, ada 2 0rang yang diangkat sebagai PPPK. Satu orang Guru PAI, yang akan pensiun 2 tahun lagi, sedangkan untuk yang satunya lagi Guru Bahasa Indonesia yang pensiunnya masih lama sekitar 6 sampai 7 tahuan lagi. Saya harap dengan SK PPPK yang diterima, mereka pun bisa lebih baik lagi dari kinerja yang selama ini perlihatkan baik.

Sementara itu, Agus, guru honor SDN Kota Kulon 2 yang juga menerima SK PPPK, mengaku senang dengan SK yang diterimanya ini, menurutnya, SK PPPK ini merupakan bukti bahwa pemerintah saat ini betul-betul peduli terhadap nasib honorer.

“Saya senang dan terharu. Dengan adanya kesetaraan dengan PNS, saya pun berjanji akan lebih bersungguh-sungguh dalam bekerja dan siap memajukan dunia penfidikan di kabupaten Garut. Mudah-mudahan dengan gaji PPPK yang akan keluar bulan nanti, kehidupan keluarga kami akan lebih baik lagi,” pungkas ayah yang memiliki dua anak ini saat ditemui di lokasi SMPN 1 Garut.

Senada dengan Agus, ditempat yang sama, Apip Rahman guru SMPN 4 Pakenjeng, juga menyampaikan rasa harunya. Menurut Apip, penantian berpuluh-puluh tahun lamanya akhirnya berujung manis dengan SK PPPK yang diterimanya ini.

“Terimakasih yaa Alloh, terimakasih semuanya yang telah memperjuangkan kami ini sebagai PPPK, walau nantinya tidak dapat pensiunan dan tunjangan apapun, namun tak apalah, seperti kata Pak Bupati dalam teleconference tadi, kita ini setara dengan PNS, saya pun sudah sangat bersyukur. Yang penting bagi kami-kami ini kepastian hidup, dan hari ini doa-doa kami pun terjawab sudah,” pungkasnya.

Reporter : Wena. H | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.