SDN Regol 5 Garut Kota Miliki Sarana dan Prasarana Lengkap Hadapi KBM Tatap muka

oleh -5 Dilihat

Garut, Fakta dan Realita-

ADA pemandangan yang berbeda dengan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Regol 5 kecamatan Garut Kota, kabupaten Garut. Seluruh ruangan kelas di sekolah tersebut kini tampak baru dan lebih representatif dari sebelumnya.

Ruangan kelas yang biasanya terlihat kusam, sekarang lebih cerah karena pada bagian dinding bangunannya telah mengalami pengecatan ulang. Di bagian atas bangunan, struktur atap bangunan yang tadinya terbuat dari kayu yang mulai keropos dan lapuk termakan usia, kini seluruhnya menggunakan rangka baja ringan sehingga tampak lebih kokoh. Begitupun dengan genting, lantai, pintu, jendela, tiang penyangga bangunan dan yang lainnya, semuanya dalam keadaan baru.

Usut punya usut, SD Regol 5 Garut Kota yang berlokasi di Jalan Bratayudha samping Makorem 062 Tarumanagara Garut itu, baru-baru ini telah mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk menerima bantuan dana rehab yang bersumber dari DAK (Dana Alokasi Khusus) Fisik 2020 senilai Rp320 jutaan. Bantuan DAK sebesar itu dipergunakan untuk merehab 4 (empat) ruang kelas yang ada di SDN Regol 5 Garut Kota.

Kepala SD Negeri Regol 5 Garut Kota, Imas Nuryani S.Pd SD mengatakan, syukur alhamdulillah pada tahun ini sekolahnya mendapatkan bantuan dana rehab DAK 2020 dari pemerintah. Dengan bantuan ini, sebagai Kepala Sekolah saya pun merasa bangga dan berterima kasih, khususnya kepada Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut H. Totong, Pak Sekdis Ade Manadin, Pak Kabid Sarana dan Prasarana SD H. Entib, BU Kasi Lilis, Bu Korwil, Pak Korwas, dan pejabat lainnya yang telah membantu proses turunnya bantuan rehab DAK 2020 bagi sekolah kami ini.

“Jadi, dengan adanya dana rehab kelas swakelola ini, seluruh ruangan kelas SD Regol 5 yang tadinya kurang memadai dan rusak termakan usia, sekarang telah direhab menjadi lebih bagus dan nyaman, layaknya bangunan baru,” katanya.

Diungkapkannya, bantuan rehab kelas ini, telah sejak lama dinanti-nantikan, mengingat kondisi dari setiap ruangan kelas yang ada sudah kurang layak dipergunakan sebagai sarana kegiatan belajar mengajar.

“Sebelum diperbaiki, terkadang kami merasa sangat waswas dengan kondisi kelas yang dinding dan atapnya mulai terlihat rapuh. Kami pikir, mungkin saja sewaktu-waktu bangunannya akan roboh begitu saja yang bisa mengakibatkan jatuhnya korban. Atas kekhawatiran itu, kami pun mencoba mengajukan bantuan DAK Fisik kepada pemerintah, dan alhamdulillah permohonan tersebut dikabulkan,” kata Imas kepada Redaksi Fakta dan Realita di lokasi SDN Regol 5 Garut, Senin (13/12/2020).

Imas menambahkan, meskipun saat ini ruang kelas secara keseluruhan telah cukup memadai, namun masih ada satu ruangan lagi yang harus mendapatkan perhatian dengan segera yaitu ruangan para guru. Ruangan itu terkendala pada luas tanahnya yang hanya berukuran 9 X 4 meter, sehingga kalaupun diajukan ke DAK 2021 luasnya kurang, pastinya tidak akan sesuai dengan Juknis DAK yang berlaku.

“Meskipun sempit dan kemungkinan tak bisa diakomodir oleh program DAK. Pihak sekolah tetap berharap melalui bantuan lain, bangunan untuk ruang para guru tersebut bisa segera terealisasi,” harapnya.

KBM Tatap Muka Januari 2021, SDN Regol 5 Tunggu Arahan Pemerintah

Terkait rencana pemerintah yang akan membuka kembali KBM Tatap Muka di bulan Januari 2021, sosok Kepala Sekolah humoris dan low profile ini, menyambut baik dan menyatakan siap mematuhi apa yang menjadi keputusan pemerintah tersebut.

Menurutnya, dengan fasilitas protokol kesehatan lengkap yang dimiliki pihak sekolah saat ini , tentunya kami merasa optimis jika pada bulan Januari 2021 kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka kembali dibuka.

“Jadi untuk memutus mata rantai Covid-19, kami telah siapkan berbagai fasilitas protokol kesehatan, seperti pengadaan masker, wastafel tempat cuci tangan, handsanitizer, alat pungukur suhu tubuh thermogun, dan alat semprot disenfektan, semua telah disiapkan dan ditempatkan di setiap sudut dan ruangan kelas” ujarnya.

Selain itu, kata Imas, kondisi ruangan kelas yang sekarang terlihat bagus dan bersih, diyakini akan menjadi faktor pendukung terpeliharanya kesehatan anak-anak di masa Pandemi Covid-19 ini. Mereka akan lebih sehat, aman dan nyaman dalam setiap mengikuti kegiatan belajar tatap muka.

“Kesehatan anak-anak dan guru-guru itu harus terjaga, makanya saat tatap muka nanti jadi diberlakukan, semua orangtua hanya bisa mengantarkan anaknya sampai ke depan pintu masuk sekolah saja, tak diperbolehkan masuk kedalam kawasan sekolah. Lalu, untuk anak-anak sekolah, sebelum masuk ke ruangan kelas wajib memakai masker, melewati cek suhu tubuh dan mencuci tangan terlebih dahulu, barulah mereka dipersilahkan masuk ke ruangan kelas yang telah kita atur jarak bangku perbangkunya,” terang Imas .

Imas menuturkan, SDN Regol 5 saat ini memiliki jumlah murid keseluruhan dari kelas 1 sampai 6 sebanyak 158 orang. Sebelum adanya Covid-19, dalam satu kelas itu rata-rata 20 orang, sedangkan saat nanti sekolah tatap muka kita akan batasi menjadi 10 orang per kelasnya untuk menjaga jarak.

“Jam belajar kita kurangi dan hari belajarnya pun kita atur, dalam satu minggu itu 3 hari belajar tatap muka di sekolah, 3 hari lagi daring di rumah, misalkan jika hari senin yang masuk itu kelas ganjil yaitu kelas 1, 3 dan 5, maka yang kelas genap belajar daring. Lalu besoknya di hari selasa giliran kelas yang genap belajar tatap muka, yang ganjil belajar daring. Jadi begitu, seterusnya,” ujarnya.

Imas berharap, pandemi Covid-19 ini segera berakhir sehingga KBM kembali normal seperti sediakala. Menurutnya, bagaimana pun rencana pemerintah yang akan memberlakukan kembali KBM secara tatap muka itu baik dan masuk akal karena pembelajaran akan lebih efektif dan terfokus dibanding sistem daring, walaupun butuh ekstra kehati-hatian karena ada Pandemi tadi.

Imas mengingatkan, kepada seluruh murid SDN Regol 5 yang sedang belajar daring di rumah agar tetap semangat, sabar, dan selalu mematuhi aturan pemerintah terkait protokol kesehatan 3M yakni Mencuci tangan dengan sabun, Memakai masker dan Menjaga Jarak.

“Kepada para orangtua murid saya sampaikan permakluman dengan situasi Covid-19 saat ini, kami pihak sekolah mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi peran serta bapak/ ibu yang selama ini sudah mengorbankan waktunya untuk membimbing dan mendampingi anak-anaknya dalam setiap pembelajaran daring,” pungkasnya.

Reporter : Wena. H | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.