Satu Desa Cuma 1 Orang yang Dapat BLT Kemensos, Kades di Garut ini Kebingungan

oleh

Garut, faktadanrealita.com-

HANYA 1 orang warganya yang mendapatkan bantuan, Kepala Desa (Kades) Godog Kecamatan Karangpawitan pertanyakan sumber data penerima BLT Kemensos.

Tiap Kades akan merasa senang apabila ada bantuan untuk warganya apalagi dimasa covid-19, dimana banyak masyarakat yang terkena imbas dari covid-19 sehingga memerlukan bantuan baik itu barang maupun Dana tunai.

Tetapi tidak hal nya dengan Kades Godog Kecamatan Karangpawitan, Kades Godog justru merasa tidak nyaman bahkan bisa dikatakan kecewa atas bantuan BLT dari Kemensos.

Kades Godog, Ocep Cipto mengatakan kepada Fakta&Realita bahwa dirinya merasa kecewa atas data yang dirinya terima atas warganya yang menerima BLT Kemensos.

“Saya bingung, ini data BLT Kemensos diambil dari mana?, karena sebelumnya kita dari Pemerintahan Desa mengajukan 130 KK untuk penerima BLT Kemensos, tapi hasilnya hanya 1 (satu) KK yang mendapat bantuan, itu pun diluar pengajuan yang kita berikan,” Kata Ocep, Rabu (27/05/2020).

Ocep pun menambahkan bahwa pemerintahan Desa akan mendapatkan dampak yang kurang baik atas bantuan ini.

“Bagi kami bantuan BLT dari Kemensos ini hanya mengundang kekacauan saja, karena Desa tetangga kita yang medapatkan BLT itu rata-rata di 100-an KK, nah di Desa Godog dari 130 KK yang diajukan yang cair itu hanya 1 itu pun bukan dari daftar yang kita ajukan, jadi intinya lebih baik tidak ada satu pun warga kita yang dapat bantuan BLT Kemensos dari pada harus ada kekacaun diwilayah kita,” tambah Ocep.

Sedangkan menurut Kepala bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Garut, Dadang Bunyamin saat dikonfirmasinya oleh Fakta & Realita perihal BLT Kemensos yang menimpa Desa Godog, Ia mengatakan bahwa pengajuan tersebut tidak ada yang keliru.

“Dalam pengajuan yang dilakukan oleh pihak Desa ke Kecamatan, lalu dari Kecamatan ke Dinsos itu tidak ada yang keliru semuanya sudah proposional, tetapi untuk kewenangan tentang siapa saja yang akan menerima BLT tersebut, itu ada dipusat,” kata Dadang.

Mengenai KPM BLT Kemensos, Dadang mengatakan bahwa Dinsos sudah menanyakan prihal data kependudukan mana yang digunakan pusat dalam penyaluran BLT Kemensos.

“Hal yang menimpa Desa Godog sebetulnya menimpa juga Desa atau Kelurahan lainnya bahkan se-Indonesia jadi bukan hanya Desa Godog saja, mengenai data kependudukan yang digunakan sebagai acuan dalam penyaluran BLT tersebut sudah kita tanyakan ke pusat, akan tetapi sampai dengan saat ini, pihak Pusat belum juga memberikan jawaban ataupun¬† pemberitahuan ,” jelas Dadang.

Dadang menjelaskan bahwa Dinsos sudah berupaya mengajukan ulang sebanyak 17ribuan lebih KK untuk mengisi ketimpangan KPM BLT Kemensos untuk Desa dan Kelurahan.

“Kita sudah kirim kan data KK susulan sebanyak 17 ribu lebih, walaupun menurut Kemensos hanya 7 ribuan yang valid dan itu pun belum ada surat resmi tentang realisasinya,”¬† ujarnya.

Dadang berharap agar Kepala Desa maupun Lurah bisa menjelaskan secara persuasif kepada warganya prihal ini.

“Jadi intinya pengajuan yang kita gunakan ialah hasil dari pengajuan Desa dan Kelurahan, prihal yang mendapatkan bantuan diluar pengajuan sedang kita upayakan agar pengajuan yang kita terima dari Kecamatan yang bersumber dari Desa dan Kelurahan bisa menjadi acuan untuk penerima bantuan baik itu bantuan dari Kabupaten, Provinsi maupaun pusat,” pungkasnya.

Berikut Data jumlah penerima BLT Kemensos pada desa-desa di Kecamatan Karangpawitan:

Desa Cimurah 63 KPM
Desa Godog 1 KPM
Desa Jatisari 71 KPM
Kelurahan Karangmulya 132 KPM
Desa Karangpawitan 92 KPM
Desa Karangsari 85 KPM
Desa Lebak Agung 64 KPM
Kelurahan Lengkong jaya 115 KPM
Desa Mekarsari 81 KPM
Desa Sindang Galih 89 KPM
Desa Sindang Laya 106 KPM
Desa Sindang Palay 92 KPM
Desa Situ Gede 97 KPM
Desa Situ Jaya 104 KPM
Desa Situ Saeur 80 KPM
Desa Situ Sari 114 KPM
Desa Suci 110 KPM
Desa Tanjung sari 83 KPM
Kelurahan Lebak Jaya 112 KPM
Kelurahan Suci Kaler 99 KPM

Reporter : Wita | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.