Proses Pembangunan Rumah Sakit Limbangan tak Libatkan Masyarakat Sekitar

oleh -7 Dilihat

Garut, Fakta dan Realita-

RUMAH Sakit Limbangan yang berlokasi di Desa Limbangan Timur, kecamatan Limbangan, kabupaten Garut, Jawa Barat, sengaja dibangun pemerintah dengan tujuan untuk memberikan kemudahan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Garut di beberapa kecamatan. Namun, tentunya proses pembangunan Rumah Sakit tersebut harus pula memperhatikan  dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat di sekitarnya, tak hanya menguntungkan sebagian pihak atau golongan tertentu.

Pembangunan Rumah Sakit limbangan ini, kini masih dalam proses pengerjaan  yang dilaksanakan oleh PT Ayu Mustika Rizki. Namun sungguh ironis, ternyata masyarakat yang berada di sekitar lokasi pembangunan hanya sebagai penonton saja. Mereka setiap hari harus rela membersihkan debu yang berasal dari proyek yang terus mengotori rumahnya, termasuk bisingnya suara mesin alat berat proyek yang memekakkan telinga.

Menilisik proses pembangunan, Pengurus Daerah (PD) Ikatan Wartawan Online Kabupaten Garut melalui ketuanya, Robi Taufiq Akbar angkat bicara terkait rentannya polemik dalam pembangunan proyek RS Limbangan. Salah satunya tidak menutup kemungkinan munculnya kecemburuan sosial di tengah masyarakat.

Bahkan beredar informasi adanya pembagian alokasi anggaran oleh pihak-pihak tertentu yang mengatasnamakan putra daerah, yang jelas tidak membawa misi peningkatan ekonomi.

“Jika tidak membawa masyarakat secara langsung terlibat ini rentan akan menjadi pemicu konflik. Apalagi tidak adanya sosialiasi oleh pihah pengusaha yang menjadi pelaksana pembangunan,” ujarnya, Minggu (18/10/2020) malam.

Dikatakan Robi, dalam pembangunan RS Limbangan, janganlah terjebak dengan adu domba antara element termasuk masyarakat, justru sebaliknya harus ikut memantau dalam jalannya pembangunan.

Robi berharap, agar pihak PT Ayu Mustika Rizki selaku pemenang proyek segera melakukan sosialisasi dengan masyarakat yang terkena dampak adanya pembangunan. Dalam hal ini Kepala Desa Limbangan Timur yang memiliki wilayah harus mempasilitasi dengan masyarakat.

“Jangan sampai saat pembangunan terjadi konflik, apalagi dilatar belakangi masalah finansial yang saat ini diduga telah di poskan,” ucapnya.

Robi mengaku, seharusnya keterlibatan masyarakat dalam pembangunan RS Limbangan sangat besar, dengan masuk sebagai pekerja. Hal ini akan membantu perekonomian masyarakat disaat kondisi pandemi Covid-19. “Bukannya meminta menjadi pemasok barang melainkan harus ikut terlibat sebagai pekerja,” pungkasnya.

Reporter : Wa’Oded | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.