Pemkab Garut Pastikan Seluruh Korban Banjir Bandang dan Tanah Longsor telah Tempati Posko Pengungsian

oleh -3 Dilihat

Garut, Fakta dan Realita-

SETIDAKNYA ada lima ribu orang warga kabupaten Garut yang terdampak oleh bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi sejak hari senin 12 Oktober 2020 lalu. Bencana yang melanda pada tiga kecamatan yaitu Kecamatan Pameungpeuk, Cibalong dan Kecamatan Cikelet itu, diketahui telah membuat sebagian korban diungsikan ke tempat-tempat yang aman.

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengatakan, pihaknya saat ini sudah membangun sejumlah posko pengungsian bagi korban terdampak banjir bandang dan longsor. Sementara, pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut melakukan kajian tempat tinggal warga yang terdampak bencana.

“Jadi warga yang terdampak seluruhnya sudah di evakuasi ke posko pengungsian, dan kami melakukan kajian bagaimana lokasi tempat tinggal warga yang terdampak bencana alam, ” ujarnya, Selasa 13 Oktober 2020.

Seperti untuk warga Kampung Bendungan, Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, sebanyak 140 Kepala Keluarga (KK) menempati posko pengungsian. Pemerintah daerah akan melakukan kajian lokasi tempat tinggal warga.

“Untuk sementara diungsikan, khawatir terjadi bencana banjir bandang apabila kondisi hujan intensitas tinggi kembali terjadi,”ungkap Helmi.

Lanjut Helmi, untuk para pengungsi pihak Pemerintah Kabupaten Garut sudah menyiapkan logistik secukupnya. Fasilitas lainnya yang saat ini sedang dibangun di antaranya penyediaan air bersih dan tempat Mandi Cuci Kakus (MCK).

“Paling tempat tidur memang masih terbatas, Alhamdulillah sejumlah pihak saat ini sudah turun untuk bantu Pemerintah Daerah, ” tambahnya.

Reporter : Wena. H | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.