Pemerintah Sosialisasikan Pembangunan Jalan Tol Gedebage – Tasikmalaya – Cilacap di Wilayah Provinsi Jawa Barat

oleh -2 Dilihat

Garut, faktadanrealita.com
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI bersama Tim Persiapan Rencana Pengadaan Tanah serta jajaran Muspika Kadungora lakukan sosialisasi rencana pengadaan tanah untuk pembangunan jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap. Sosialisasi yang dihadiri para pemilik lahan dan perwakilan pemilik lahan itu digelar di GOR Desa Hegarsari Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut, Selasa 13 Oktober 2020.

Hadir perwakilan dari Kementerian PUPR RI Furkon Nurrohim, Tim Persiapan Rencana Pengadaan Tanah, Camat Kadungora dan jajaran Muspika.

Ada sejumlah kecamatan di Kabupaten Garut yang akan terkena proyek pembebasan tol tersebut, di antaranya Kecamatan Kadungora.

Tim Panitia Persiapan Rencana Pengadaan Tanah mengatakan akan ada pembangunan jalan tol yang melintasi Kecamatan Kadungora dari kawasan Gedebage sampai Tasikmalaya dan Cilacap.

“Untuk pelaksanaan pembangunan jalan tol akan dimulai tahun ini. Mulai tahapan persiapan, mulai dari sosialisasi ini,” kata Furkon.

Ia berharap kepada para pemilik lahan yang akan terkena pembebasan proyek nasional itu melengkapi pemberkasan kepemilikan lahan.

Setelah dilaksanakan sosialisasi tersebut,, selanjutnya memasuki tahapan konsultasi publik dengan melibatkan para pemilik lahan. Ia menyebut, di Kecamatan Kadungora sekitar 15 hektare lebih dengan bidang tanah 300 bidang kepemilikan tanah yang akan terkena pembebasan lahan.

“Bukan diambil haknya, tapi oleh pemerintah akan diganti. Tidak ada lagi ganti rugi, tapi ganti untung,” ucap Furkon.

Ia mengatakan, selain bidang tanah, bangunan, tanaman atau pohon tegakan akan dihitung. Para pemilik lahan jangan khawatir karena ini merupakan program pemerintah.

“Namun sampai saat ini gubernur belum bisa menetapkan lokasi, sebelum ada persetujuan dari pemilik lahan,” katanya.

Dijelaskan Furkon, Pembangunan Tol Gedebage-Garut-Tasikmalaya itu sepanjang 169 km dan sampai Cilacap sejauh sekitar 206 km. Bahkan pembangunan jalan tol itu tembus sampai Pangandaran. Lebar jalan tol antara 99 -130 meter. Untuk pembangunan jalan tol itu mencapai ribuan hektare dan belasan ribu bidang tanah yang akan terkena pembebasan lahan.

“Di Kabupaten Garut ada dua exit tol, yakni di kawasan Kecamatan Banyuresmi dan satu lagi di Kecamatan Cilawu sedangkan Rest Area berada di Kecamatan Kadungora” tuturnya.

Menurutnya, Manfaat dari pembangunan jalan tol itu untuk mengurai kemacetan di jalur eksisting, selain itu untuk menunjang obyek wisata.

“Pelepasan hak atas tanah milik warga itu setelah pemilik menerima uang ganti untung,” katanya.

Reporter : F.A Basalmah
Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.