Kepala SDIT ATIMU Garut Kota Optimis Jika Sekolah Kembali Tatap Muka

oleh -5 Dilihat

Garut, Fakta dan Realita-

MENDENGAR nama SDIT ATIMU Garut Kota, tentunya sudah tidak asing lagi di telinga kita, terutama bagi para orangtua yang pernah menyekolahkan anaknya di SD swasta islam modern kebanggaan kabupaten Garut ini.

Sekolah yang bernama lengkap SDIT Atikah Musaddad Al-Wasilah (ATIMU) ini merupakan sekolah favorit yang dikenal mumpuni dalam hal prestasi, baik itu di bidang akademik maupun non-akademik.

Raihan prestasi sekolah berpredikat akreditasi A tersebut sangatlah wajar, karena SD ATIMU sendiri selama ini ditunjang oleh para pengajar yang berpengalaman di bidangnya, materi pembelajaran yang berkualitas dan lancarnya kegiatan ekstra kulikuler di sekolah tersebut.

Dengan begitu, makanya tak heran kalau dari tahun ke tahun sekolah ini tak pernah sepi dari peminat, manakala tahun ajaran baru tiba. Apalagi, dengan banyaknya lulusan SD ATIMU Garut Kota yang berhasil diterima di sejumlah SMP favorit yang ada di kabupaten Garut, tentunya ini menjadi nilai tambah dan daya tarik tersendiri bagi para orangtua yang akan menyekolahkan anaknya.

Ditengah terjangan Pandemi Covid-19 sekarang ini, sudah barang tentu setiap satuan pendidikan atau sekolah mau tidak mau harus siap mematuhi apa yang menjadi keputusan pemerintah. Seperti halnya rencana pemerintah yang akan kembali membuka Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah secara tatap muka pada bulan Januari tahun depan yang tinggal menghitung hari.

Menanggapi hal itu, Kepala SDIT ATIMU Garut Kota, H. Suwarso S.Pd, M.Pd mengatakan, jikalau pada bulan Januari 2021 ini, pemerintah memperbolehkan sekolah tatap muka, maka kami pun siap melaksanakannya, karena SDIT ATIMU sudah sejak lama telah mempersiapkan segala sesuatunya.

“Kami katakan siap, karena berbagai fasilitas yang menyangkut penerapan Protokol Kesehatan 3M yakni Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak, semuanya telah tersedia di SDIT ATIMU. Masker bagi para pengajar, staff dan siswa sudah kita siapkan. Kemudian, wastafel tempat mencuci tangan telah kita pasang di tempat-tempat strategis seperti di depan pintu masuk sekolah, di dekat ruang pengajar dan staff, serta di dekat pintu masuk kelas. Selain itu, meja dan kursi yang ada di ruangan kelas pun, semua telah kita atur jaraknya,” kata H. Suwarso kepada Redaksi Media Fakta dan Realita ketika diwawancarai di kantor SDIT ATIMU, Jalan Ciledug No.102, kelurahan Regol, kecamatan Garut Kota, kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (12/12/2020).

Lanjutnya, pada pelaksanaan KBM tatap muka nanti, untuk memutus mata rantai Covid-19, kami membutuhkan pengertian dan kerjasama yang baik antara pihak sekolah, masyarakat sekitar dan juga orang tua murid. Seluruh orangtua murid wajib untuk mengantar jemput anaknya. Mereka itu tidak boleh menggunakan kendaraan umum saat pergi atau pulang sekolah agar terjaga dari paparan virus.

“Teknisnya, semua orangtua hanya boleh mengantar anaknya sampai ke depan pintu gerbang masuk sekolah saja, habis itu mereka pun pulang untuk menjemput kembali anaknya usai KBM di sekolah selesai. Sedangkan bagi peserta didik, begitu akan masuk ke dalam area sekolah wajib bermasker, melewati pengecekan suhu tubuh, dan mencuci tangan dengan sabun terlebih dahulu, barulah boleh masuk,” ucap Kepala Sekolah yang terkenal sangat ramah dan bersahaja ini.

H. Suwarso menuturkan, SDIT ATIMU saat ini mempunyai 24 rombel (kelas) dengan jumlah murid keseluruhan dari kelas 1 sampai 6 sebanyak 643 orang. Sebelum adanya Covid-19, dalam satu kelas itu ada 28 orang murid, sedangkan untuk nanti saat berlangsungnya sekolah tatap muka, jumlah murid per kelasnya  akan kita batasi hanya setengah dari biasanya yakni sebanyak 14 orang guna menjaga jarak.

“Jam pelajarannya pun kita kurangi dari semula 7 jam, kini menjadi 5 jam setiap harinya, walau begitu substansinya tetap sama, tak ada yang berubah. Hari belajar pun kita buat sistem shift, dalam satu minggu itu 3 hari belajar tatap muka di sekolah, 3 hari lagi daring di rumah. Semisal, jika hari Senin yang tatap muka itu kelas ganjil yaitu kelas 1, 3 dan 5, maka yang kelas genap (2,4 dan 6) akan belajar daring. Lalu besoknya, di hari Selasa giliran kelas yang genap belajar tatap muka, yang ganjilnya otomatis belajar daring. Jadi begitu, seterusnya,” terangnya.

Ia menambahkan, perlu dipahami oleh semua pihak, bahwa untuk mengikuti sekolah tatap muka itu syaratnya harus ada izin tertulis dari pihak orangtua murid. Izin tertulis itu harus ditanda-tangani orangtua murid di atas materai dalam formulir yang diberikan pihak sekolah. Hal Itu sesuai dengan keputusan Mendikbud RI beberapa bulan lalu, yang memberikan keleluasaan pada orangtua murid untuk memilih menyetujui atau tidaknya anaknya belajar secara tatap muka di sekolah.

“Jadi pada formulir yang kita berikan ke orangtua, ada semacam MoU antara pihak sekolah dan orangtua. MoU itu meliputi penyataan sekolah dan orang tua dalam menjaga kesehatan peserta didik, termasuk tertera resiko KBM tatap muka dan pernyataan kesiapan orangtua dalam mengantar jemput anaknya,” jelasnya.

H. Suwarso mengaku, pelaksanaan KBM tatap muka sekolah di masa pandemi Covid-19 tidaklah mudah, selain harus menerapkan Protokol Kesehatan 3M, seluruh pengajar dan staff sekolah harus pula melewati Rapid Test terlebih dahulu agar nantinya lebih aman dan nyaman dalam beraktifitas.

“Jadi, pada saat pembelajaran tatap muka diberlakukan, pihak sekolah dan  orangtua harus bekerjasama. Orangtua wajib menjaga kesehatan anaknya, sekolah pun wajib menjaga kesehatan seluruh pengajar dan staffnya. Makanya pihak sekolah pun wajib melaksanakan rapid test terlebih dahulu,” ungkapnya.

H. Suwarso mengungkapkan, ia sangat mengapresiasi dan juga mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada para orangtua murid SDIT ATIMU yang selama hampir 10 (sepuluh) bulan belakangan ini mau mendampingi dan membimbing anaknya agar bisa belajar daring atau BDR dengan lancar di rumah.

“Kepada semua murid SDIT ATIMU, saya berharap, terkait jadi tidaknya nanti KBM tatap muka dibulan Januari 2021 nanti, janganlah dijadikan sebuah hambatan dalam belajar, yang penting tetap semangat, belajar dengan giat, jaga diri, jaga kesehatan dan tidak banyak bermain. Belajar itu di mana saja sama, mau di sekolah ataupun dirumah, yang penting bagaimana niat dan keseriusan kita, pokoknya patuhi orangtuamu dan penuhi tugas gurumu, rajin-rajinlah berdoa dan beribadah terutama menjalankan shalat yang lima waktu,” pungkasnya.

Reporter : Wena. H | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.