Kepala SD Negeri Regol 13 Garut Kota Songsong KBM Tatap Muka Dengan Berbagai Inovasi Brilian

oleh -4 Dilihat

Garut, Fakta dan Realita-

SDN Regol 13 Garut Kota atau dengan sebutan lain SDN Kiansantang Garut, saat ini dikenal sebagai salah satu SD Negeri favorit dan bergengsi di kecamatan Garut Kota. Predikat tersebut beralasan karena disamping memiliki banyak prestasi yang membanggakan di bidang akademik maupun non akademik, sekolah ini pun telah pula menghasilkan lulusan-lulusan (alumni) yang berkualitas. Makanya tak heran kalau banyak orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya disini.

Selain itu, posisi sekolah yang strategis karena berada di pusat kota yang hanya beberapa meter dari Lap. Alun-alun dan Gedung Pendopo Garut, tentunya makin menguatkan keinginan para calon peserta didik untuk bersekolah di SDN Regol 13 Garut Kota ini.

Saat Redaksi Media Fakta dan Realita mengunjungi SDN Regol 13 Garut Kota pada Sabtu (05/11/2020), ternyata telah banyak sekali perubahan yang terjadi di sekolah ini dibanding dengan beberapa bulan ke belakang. Suasana sekolah terlihat begitu asri dan nyaman karena keberadaan taman bunga dan bangunan baru didalamnya.

Semua itu, tak terlepas dari peran nyata Kepala SDN Regol 13 Garut Kota, Hj. Yuningsih, S.Pd, yang telah berkerja keras mendedikasikan dirinya guna mendorong kemajuan sekolahnya.

Kepala SDN 13 Regol Garut Kota, Hj. Yuningsih S.Pd yang akrab dipanggil Hj. Nining mengatakan, penataan fasilitas sarana prasarana sekolah memang sangat penting dilakukan meski saat ini semua murid sedang tidak belajar secara tatap muka di sekolah akibat adanya pandemi Covid-19.

“Jadi demi kemajuan pendidikan selain terus memaksimalkan pembelajaran secara daring, kita pun berupaya untuk menata dan memelihara sarana dan prasarana sekolah agar lebih baik lagi sehingga jikalau nanti sekolah kembali dibuka secara tatap muka, kita pun telah siap,” kata Hj. Nining.

Hj. Nining menuturkan, Alhamdulillah sekarang ini di SDN Regol 13 telah ada penambahan ruangan baru, antara lain, pembangunan Ruang Kantor Kepala Sekolah yang dibangun agak ke depan mendekati pintu masuk sekolah yang nantinya akan dijadikan sebagai Ruang Tamu dan Tempat pemajangan piala. Lalu, untuk Ruang Guru dan Operator kita juga telah bangunkan di lahan bekas Kantin Sekolah.

“Ruang Guru dan Ruang Operator, kini dijadikan ruang kelas, sehingga ruang kelas bertambah dari 8 sekarang menjadi 10. Sedangkan untuk Kantin Sekolah, kita pindahkan ke lahan kosong yang ada disamping sekolah, karena ruang kantin sekarang dipakai Ruang Guru dan Ruang Operator yang baru,” ucapnya.

Selanjutnya, di bagian samping sekolah, selain dibikinkan Kantin Sekolah yang baru, disitu juga akan dibangun Ruang Perpustakaan Sekolah, Ruang Koperasi Sekolah dan Ruang Tunggu Orangtua. Bukan hanya itu, di area halaman sekolah yang biasa digunakan sebagai tempat olahraga Basket, sekelilingnya telah kita pagar menggunakan wiremesh agar bola basket yang dimainkan oleh anak-anak nantinya tidak mengenai kaca kelas atau taman bunga yang telah kita bikinkan sebelumnya. Dan satu lagi, Toilet dan WC juga kita rehab agar kelihatan lebih representatif. Pokoknya seiring dengan waktu, semuanya akan kita perbaiki.

“Khusus untuk Ruang Tunggu Orangtua, nanti para orangtua murid hanya bisa mengantarkan anaknya sampai depan pintu masuk sekolah, tidak boleh masuk ke dalam, selanjutnya bagi yang akan menunggu, mereka kita persilahkan menunggu di ruangan yang telah kami sediakan itu. Hal tersebut demi menjaga kenyamanan belajar anak dan juga menjadi salah satu upaya kami dalam mencegah penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Lebih jauh, ujar Hj. Nining, selain sarana prasarana pendidikan, pada saatnya nanti dilaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka, kita pun telah menyiapkan berbagai fasilitas Protokol Kesehatan, seperti Alat Semprot Disinfektan, Alat Pengukur Suhu Tubuh/ Thermogun, Tempat Cuci Tangan beserta sabun antiseptic, Handsanitizer dan juga Masker.

“Jadi kalaupun tatap muka, fasilitas yang berhubungan dengan protokol kesehatan  3M yakni Memasker masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak, kami pastikan semuanya telah lengkap. Teknisnya, semua murid yang akan masuk ke dalam sekolah diwajibkan memakai masker dan melalui pengecekan suhu tubuh terlebih dahulu, lalu kita arahkan mereka untuk mencuci tangan di wastafel atau meluluri tangannya dengan hansanitizer yang telah kita sediakan di depan. Jika sudah, barulah mereka kita persilahkan masuk ke ruangan kelasnya masing- masing yang jarak bangku per bangkunya telah kita atur sebelumnya,” terangnya.

Dikatakan Hj. Nining, dalam tatap muka nanti murid dari kelas 1 dan 6 akan kita coba prioritaskan untuk masuk sekolah terlebih dahulu. Per kelasnya maksimum 10 orang dengan waktu pembelajaran hanya 2 jam yang diatur melalui sistem sip 2 hari sekali.

“Jika itu berhasil, maka untuk kelas 2 sampai 5 yang belum mengikuti KBM tatap muka, kami pastikan akan segera menyusul mengikuti apa yang dilakukan kelas 1 dan 6,” terangnya.

HJ. Nining berharap, pandemi Covid-19 ini cepat berakhir agar sekolah kembali normal seperti sediakala. Khusus untuk murid-murid SDN Regol 13 Garut Kota  yang saat ini sedang mengikuti kegiatan belajar secara daring di rumahnya, saya berpesan “tolong jaga diri, jaga kesehatan, dan jangan banyak bermain. Lebih baik waktunya digunakan untuk belajar atau dipakai membaca buku pelajaran,” pungkasnya.

Reporter : Wena. H | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.