Kasus Covid-19 Garut Meningkat Dua Kali Lipat Usai Idul Fitri

Berita Utama1427 Dilihat
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Garut, Fakta dan Realita-

KASUS Positif Covid-19 di kabupaten Garut, pasca hari raya idul fitri (lebaran) diketahui meningkat dua kali lipat. Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman saat memimpin apel gabungan terbatas yang dilaksanakan di Lapangan Sekretariat Daerah, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (24/05/2021).

Dikatakan Wabup Helmi, dengan meningkatnya kasus Covid-19 hingga dua kali lipat ini, rumah sakit-rumah sakit yang ada di kabupaten Garut, kini sudah mulai terisi kembali oleh pasien Covid-19.

“Tadi saya mendapatkan laporan bahwa minggu ini ada peningkatan dua kali lipat yang positif Covid-19, minggu kemarin ada 140-an sekarang 280, Rumah Sakit Umum Daerah Garut sudah mulai penuh, sekarang mulai menyisir rumah sakit-rumah sakit swasta, Rumah Sakit Guntur sudah mulai terisi,” kata dr. Helmi.

Dengan kejadian ini, Wabup Garut pun meminta kepada Satgas Covid-19 baik di tingkat kabupaten maupun di tingkat RW  untuk melakukan tindakan dengan segera melaporkannya jika ada warganya yang mempunyai gejala Covid-19.

“Karena itu, saya meminta kepada seluruh satgas kabupaten, kecamatan, desa maupun RW, untuk segera melakukan tindakan-tindakan, paling tidak melaporkan segera karena kalau tidak terlaporkan, ada yang sakit tidak terlaporkan, tidak dirawat atau tidak diisolasi, menyebar dan akan menjadi ledakan yang lebih besar,” tegas Wabup.

Wabup menuturkan, dengan adanya outbreak Covid-19 di Kecamatan Bungbulang, pihaknya pun terus melakukan pemeriksaan secara reguler agar kasusnya tidak menyebar keluar dari daerah tersebut.

“Ya itulah, jadi kita juga melakukan pemeriksaan yang sifatnya reguler kan, karena kita ada istilah yang namanya karantina exit. Nah karantina exit itu yang dari luar tidak boleh masuk ke kampung tersebut, tapi dari kampung tersebut masih boleh keluar tapi dengan persyaratan diperiksa antigennya,” ujarnya.

Inline Related Posts  Diduga Ubah Lambang Negara RI, Bakorpakem Garut Telusuri Keberadaan Paguyuban Tunggal Rahayu di Kecamatan Cisewu

Wabup menambahkan, masyarakat yang belum melakukan pemeriksaan tidak akan bisa keluar dari daerah tersebut, “Nah masyarakat yang tengah melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini secara reguler, secara rutin kita periksa, kalau positif itu masuk isolasi, kalau negatif dia bisa keluar, kalau belum diperiksa dia tidak bisa kemana-mana,” terangnya.

Wabup juga menyampaikan, saat ini jumlah pasien Covid-19 di Kecamatan Bungbulang khususnya di Kampung Banjarsari berjumlah 37 orang, dengan keterangan dua orang pasien dirawat di rumah sakit.

“Karena belum ada pemeriksaan lagi, masih 35 orang dan laporannya yang 35 ini mulai ada yang gejalanya sedang ke arah berat. Tak boleh ada yang pulang karena dia diisolasi. Dan, sekarang ada dua orang yang dirawat di rumah sakit,” pungkas Wabup Helmi.

Reporter : Wena. H | Editor : Red_FR

()