Diwarnai Aksi Walk Out, Hj. Euis Ida Wartiah Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua DPD Golkar Garut Periode 2020-2025

oleh -3 Dilihat

Garut, Fakta dan Realita-

KETUA DPRD Kabupaten Garut saat ini, Hj. Euis Ida Wartiah terpilih secara aklamasi menjadi Ketua DPD Golkar kabupaten Garut masa bakti 2020-2025 dengan mengalahkan pesaingnya H. Iman Alirahman dalam Musda X Partai Golkar yang digelar di Gedung Lasminingrat.

Terpilihnya Euis Ida Wartiah, setelah ia secara pasti mendapatkan dukungan dari 18 PK dan orsamendi, sedangkan Iman Alirahman hanya mendapatkan dukungan dari 1 PK saja.

Euis Ida Wartiah dinyatakan memenuhi dukungan 30 persen sehingga tidak dilakukan proses pemilihan. Secara spontan para pendukung Euis Ida Wartiah kegirangan dan merayakan kemenangan.

Saat pimpinan sidang, Sukim dari DPD Golkar Jawa Barat membacakan berita acara hasil verifikasi dukungan dan menyebutkan bahwa hanya Euis Ida Wartiah yang mendapatkan dukungan, sontak para pendukung Iman Alirahman yang berjumlah 20 PK melakukan aksi walk out sebagai bentuk kekecewaan jarena merasa hak suaranya telah dirampas.

Berdasarkan pantuan dilapangan, situasi politik di ruang sidang sempat memanas dengan adanya aksi walk out yang dilakukan oleh pendukung Iman Alirahman. Bahkan teriakan merdeka dari Iman Alirahman disambut gemuruh.

Euis Ida Wartiah kini memegang tongkat pimpinan Golkar Garut, menggantikan Ade Ginanjar, S.Sos yang telah habis masa jabtannya.

Musda sendiri dibuka langsung oleh Ketua DPD Golkar, Jawa Barat, Ade Barkah Surahman, serta dihadiri oleh anggota DPR RI, Dedi Mulyadi dan Ferdiansyah.

Sebelumnya sempat pula ada kericuhan di luar gedung pelaksanaan Musda, yang mana ada 18 orang Perwakilan Desa (PD) gabungan dari berbagai kecamatan yang datang berunjuk rasa. mereka mengaku sama sekali tidak tahu menahu dengan adanya penyelenggaraan musda pemilihan ketua DPC Golkar Jabar karena tidak ada kordinasi dari PK nya, alhasil mereka menyusul ke lokasi Musda untuk meminta tanggung jawab dari PK nya masing-masing. Musda pun sempat dihentikan untuk memberikan kesempatan kepada para PK yang diprotes untuk segera menyelesaikan masalah internal dengan PD nya. Tak begitu lama akhirnya massa tersebut berhasil ditenangkan oleh para PK yang dimaksud.

Reporter : Dedi Oded, Rahman, Yusep Editor      : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.