Hanya Karena Batuk, Anak 11 Tahun Ditolak Berobat di Puskesmas Karangmulya

Berita Utama965 Dilihat
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Garut, faktadanrealita.com-

Ditengah pandemi covid-19 sekarang ini, kita diharuskan selalu waspada dari berbagai aspek yang bisa menyebabkan tertularnya oleh virus covid-19. Akan tetapi kewaspadaan terhadap bahaya penularan covid-19 juga harus beralasan, jangan hanya karena seseorang sedang menderita batuk biasa, malah disangkakan positif Corona.

Prasangka buruk menimpa M. razxi yiswana bocah berumur 11 tahun anak dari Saep (40) warga Kampung Karangtengah, Karangpawitan Garut, yang mana ia bersama orangtuanya harus menerima perlakuan yang kurang pantas dari petugas keamanan (satpam) Puskesmas Karangmulya.

Anak kecil yang seharusnya mendapat pengobatan karena sakit batuk harus menerima perlakuan kurang pantas dengan ditolak untuk berobat oleh Satpam Puskesmas langsung disuruh pulang dan disuruh beli obat diapotek.

“Jadi 2 hari lalu, istri mengantar anak saya untuk berobat ke Puskesmas Karangmulya karena menderita sakit batuk, waktu itu mereka bukannya dilayani malah disuruh pulang kembali dan disuruh beli obat diapotek tanpa adanya proses pemeriksaan dulu,” kata Saep (40) menerangkan kronologis kejadian penolakan yang dilakukan Satpam Puskesmas Karangmulya terhadap anaknya M razxi yiswana kepada Fakta&Realita dikediamannya, Selasa (14/04/2020).

Saat dikonfirmasi langsung, dr. Eli Karliman selaku Kepala Puskesmas Karangmulya mengatakan bahwa ada kesalahan komunikasi dengan satpam.

“Itu mungkin ada kesalahan penyampaian dari petugas keamanan kita, dan joka benar saya akan tegur,” ucap Dr Eli disela tugasnya.

Atas dasar pantauan tersebut, wartawan Fakta & Realita jadinya bertanya-tanya tentang kejadian ini, apa mungkin ada kesalahan informasi di saat orang-orang sedang fokus pada kesehatanya ? apa pantas orang batuk ditolak tanpa alasan yang jelas atau tanpa ada pemeriksaan terlebih dahulu ?, Media Fakta & Realita menilai hal ini akibat dari kekhawatiran yang terlalu berlebihan.

Inline Related Posts  Wabup Helmi: Hasil Rapid Test Menunjukkan Empat ODP di Garut Positif Covid-19, Tapi Harus Dibuktikan dengan Tes Swab pula

Reporter : Wita | Editor : Red_FR