Dinyatakan Lolos Uji, Ventilator Indonesia Buatan ITB Siap Diproduksi secara Massal

oleh -1 Dilihat

Bandung, faktadanrealita.com-

DOSEN Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr Ir Syarif Hidayat menyebut bahwa ventilator yang dikembangkan oleh tim Institut Teknologi Bandung (ITB) telah lolos uji fungsi dan ketahanan dari Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan RI. Produk tersebut siap diproduksi secara massal untuk membantu pengobatan pasien covid-19 dengan tingkat kegawatan menengah.

“Alhamdulillah selesai. Ventilator sudah diuji oleh Kementerian Kesehatan. Pengujian melewati tiga tahap yakni uji fungsi kalibrasi, uji keselamatan, dan daya tahan,” kata dia dalam diskusi virtual bersama The Habibie Center, Selasa (19/5).

Dia mengatakan, ventilator yang dikembangkan berbasis Ambu-Bag Airgency tersebut yakni alat medis ventilator bertipe BVM (Bag-Valve-Mask) dengan fungsi resuscitator. Ventilator ini telah disempurnakan untuk dapat bekerja dengan baik dan tetap memperhatikan aspek portabilitas maupun estetika.

Selain itu, alat bantu pernapasan ini telah mengadopsi teknologi parameter untuk mengatur kebutuhan oksigen yang masuk ke dalam paru-paru pasien. Mengingat setiap orang memiliki pola pernapasan dan kebutuhan oksigen yang berbeda, sehingga memudahkan dokter untuk mengatur penggunaannya.

Berbagai teknologi tersebut tentu sangat membantu bagi pasien covid-19 yang mengalami gangguan pernafasan atau dengan kegawatan tingkat menengah. Namun, ventilator ini masih diproduksi secara manual dengan melibatkan mahasiswa, dosen, hingga pelaku UMKM yang berada di wilayah kota Bandung.

Syarif menargetkan, ventilator dapat diproduksi secara massal hingga mencapai 1.600 unit untuk didistribusikan ke sejumlah rumah sakit rujukan pasien covid-19. Untuk mengejar target, setidaknya hingga akhir Mei harus tersedia 600 unit ventilator karya anak bangsa tersebut.

Meski begitu, pihaknya masih menemui kendala terkait ketersediaan bahan baku komponen eletronik dan motor pompa penggerak. Sebab kedua bahan baku tersebut masih harus didatangkan dari luar negeri.

Oleh karena itu, diharapkan keterlibatan pemerintah dalam membantu penyediaan bahan baku tersebut untuk memperlancar proses produksi ventilator. Mengingat tingginya keperluan rumah sakit pemerintah maupun swasta akan alat ventilator seiring meningkatnya jumlah

pasien covid-19.

Beruntung komponen lainnya masih bisa disuplai oleh pasar dalam negeri. Bahkan Syarif berujar jika 75 persen lebih ventilator rancangannya terdiri dari komponen asli Indonesia.

Reporter : WH | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.