Dinas Pertanian Garut Salurkan Bantuan Stimulan Bibit dan Mesin Tanam Jagung kepada Para Petani di Wanaraja

oleh -2 Dilihat

Garut, faktadanrealita.com-

PEMERINTAH daerah kabupaten Garut melalui Dinas Pertanian memberikan bantuan stimulan berupa bibit dan mesin jagung di desa Wanajaya, Kecamatan Wanaraja, Rabu (03/06/2020).

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Garut H. Helmi Budiman, Kapolres AKBP Dede Yudy Ferdiansah, Dandim 0611 Letkol Inf Erwin Agung T.W.A. Kejari Garut Sugeng Haryadi, Denpom III/2 Garut, Kepala Dinas Pertanian Beni Yoga Gunasantika, dan unsur Forkopimcam Wanaraja, Gapoktan dan para pengurus serta anggota Kelompok Tani dan Wanita Tani.

Selain penyerahan bantuan bibit dan mesin tanam jagung Corn Plenter oleh Forkopimda kabupaten Garut kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Wanajaya dan Giri Asih, pada acara tersebut dilaksanakan pula penanaman jagung secara simbolis di kampung Kudang, Desa Wanajaya, Kacamatan Wanaraja.

Di sela-sela kegiatan Wakil Bupati Helmi Budiman mengatakan, kami sengaja hadir di tengah masyarakat petani untuk memberikan suport dan dukungan kepada masyarakat berupa bantuan stimulan, disaat pandemi covid-19.

“Kami berharap agar kegiatan pertanian bisa berjalan paling depan, walaupun saat Pandemi Corona, karena ini adalah kebutuhan pokok yang harus kita penuhi oleh kita semua,” ujar Helmi.

Helmi menambahkan, kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun, mudah-mudahan selain anggaran yang rutin, ada juga bantuan dari anggaran dari Biaya Tak Terduga (BTT), karena ini juga bagian dari langkah-langkah yang harus kita lakukan.

“Jangan sampai setelah pandemi Covid-19 ini ada masalah baru yang kita hadapi yaitu kerawanan pangan, oleh karena itu marilah menanam mulai saat ini,” ungkap Helmi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Garut, Beni Yoga Gunasantika menuturkan, kegiatan ini adalah salah satu gerakan dalam rangka menjamin ketersediaan pangan di masa pandemi seperti sekarang ini.

“Nantinya kita dorong masyarakat melakukan gerakan ketersediaan pangannya sendiri,” ujarnya.

Ditambahkan Beni, selain itu mendorong para ibu-ibu juga dengan pemberian bantuan untuk bisa menanam dilahan pekarangan, juga simbolis pemberian bantuan ke anak Sekolah Dasar (SD) terutama, karena di masa sekarang ini mereka ada di rumah.

“Mereka diberikan kesibukan di rumahnya sendiri dengan membuat persemaian, yang nantinya di kolaborasikan dengan Wanita Tani, disamping memberikan edukasi, minimal mereka bisa memenuhi kebutuhannya sehari-hari,” beberanya.

Dijelaskan Beni, untuk memenuhi kebutuhan jagung di Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Garut menyuplai sampai 42 persen, dan nasional berkontribusi 10 sampai 15 persen.

“Tahun ini ada penurunan karena dampak kemarau panjang musim tanam kemarin, ada pergeseran musim tanam, sehingga target kita tidak seperti tahun sebelumnya,” kata Beni.

Untuk stimulan jagung tahun ini, kata Beni, Dinas Pertanian menyuplai untuk 10.000 hektare dalam bentuk bantuan benih jagung yang berasal dari bantuan APBN, sedangkan untuk bantuan APBD fokus ke pasca panen, pungkasnya.

Reporter : Wena. H | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.