Di Cikelet Garut, Ratusan Orang Mengungsi Akibat Bencana Tanah Bergerak

oleh -16 Dilihat

Garut, Fakta dan Realita-

TERJANGAN hujan yang terus menerus  mengguyur di wilayah Garut Selatan, tepatnya di kampung Rancaputat, Ciawi, Barujaya dan Cilame, desa Ciroyom, kecamatan Cikelet, kabupaten Garut, Jawa Barat telah menyebabkan bencana tanah bergerak semakin meluas.

Berdasarkan laporan dari kontributor Media Fakta dan Realita Perwakilan wilayah selatan Garut menyebutkan, akibat yang ditimbulkan dari bencana tanah bergerak tersebut telah merusak sedikitnya 28 rumah warga yang berada di empat lokasi perkampungan.

Selain merusak rumah warga, bencana pergerakan tanah yang terus meluas ini juga telah mengakibatkan ratusan orang terpaksa harus menyelamatkan diri, mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Garut, Tubagus Agus Sofyan mengatakan, hujan deras yang berlangsung secara terus menerus telah menyebabkan banyaknya bencana di wilayah ini seperti bencana longsor, banjir dan pergerakan tanah. Bencana  pergerakan tanah telah menimbulkan kerusakan pada 28 rumah, dan juga para penghuninya yang terpaksa harus diungsikan ke lokasi yang lebih aman, di sebuah gedung olahraga, Jumat (25/12/2020).

“Awalnya akibat bencana pergerakan tanah ini tercatat 18 rumah mengalami rusak, sekarang jumlahnya bertambah hingga 28 unit. Lokasinya itu berada di empat kampung. Untuk kerusakannya bervariatif, mulai ringan, sedang dan berat, namun warga yang meninggalkan rumah kondisinya terancam roboh,” ungkapnya, Jumat (25/12/2020).

Tubagus menuturkan, ratusan orang di 4 (empat) kampung saat ini mengungsi ke gedung olahraga. Kami pastikan mereka mendapatkan penanganan dari Pemkab Garut. Sebetulnya, lokasi pergerakan tanah sendiri di luar perkiraan,”turun dari sebuah tebing dengan medan yang ekstrem dan sampai saat ini kita masih menunggu hasil dari tim ahli dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi, Bencana, Geologi (PVMBG),” ujarnya.

Tubagus menambahkan, hujan yang terjadi sekarang ini harus benar-benar diwaspadai bersama, terutama petugas BPBD dan relawan masih harus terus  menyosialisasikan berkaitan dengan kerawanan ini. Begitupun dengan warga,  harus pula mengantisipasinya.

“Jika turun hujan yang lama lebih baik meninggalkan lokasi. Sekarang yang kita lakukan, hanya bisa menunggu hasil penelitian dan pengamatan dari PVMBG apakah lokasi itu layak ditempati atau tidak,” jelasnya.

Kami mengimbau, kepada seluruh masyarakat yang berada di titik lokasi rawan bencana, jika terjadi hujan turun dalam waktu 2 jam harus secepatnya meninggalkan rumah karena berbahaya.

“Himbauan kepada warga agar tidak mendirikan bangunan rumah di lokasi rawan longsor dan rawan pergerakan tanah, sebetulnya selama ini dan bahkan jauh sebelumnya sudah kita sampaikan, namun sebagian warga tak juga mengerti,” pungkasnya.

Reporter : Wena. H | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.