Benarkah !! Dedikasi Iman Alirahman Terhadap Golkar Selama ini “Dikhianati” pada Musda X Golkar Garut

oleh

Garut, Fakta dan Realita-

KEPUTUSAN panitia tim verifikasi atau Steering Committee (SC) Musda Golkar X Garut, yang mengumumkan bakal calon Ketua DPD Iman Ali rahman hanya mendapat 1 suara dukungan Perwakilan Kecamatan (PK). Iman Alirahman dan 20 PK yang mendukungnya secara spontan langsung melakukan aksi walk out, lantaran banyak kejanggalan dalam proses penjaringan.

Hal tersebut terlihat saat tim verifikasi membacakan dukungan setiap bakal calon pada Musda Golkar X Garut, yang dilaksanakan pada Sabtu (22/08/2020), bertempat di Gedung Lasminingrat.

“Saya sudah melihat banyak kejanggalan, apalagi saat dinyatakan dukungan satu suara. Sebanyak 20 PK yang ikut walk out, itu menandakan dukungan terhadap saya,” ujar Iman Alirahman, kepada para wartawan.

Dikatakan Iman, pada Musda Golkar X Garut, melihat ada pemaksaan siapa yang harus memimpin DPD Golkar. Terlihat sangat jelas adanya pemaksaan tersebut.

“Saya tidak memaksakan harus jadi calon dengan dukungan yang sangat banyak, lebih dari satu. Yang pasti inilah jumlah PK yang mendukung ikut keluar semua,” ucapnya.

Iman menjelaskan, karena keputusan ini telah merugikan terutama terhadap para PK yang memberikan dukungan padanya, selanjutnya kita telah memikirkan untuk melangkah ke lembaga yang lebih tinggi dalam menyelesaikan perselisihan ini, salah satunya Mahkamah Partai.

“Nanti tim yang akan mengambil langkah-langkah. Saya katakan demokrasi itu bukan untung rugi, demokrasi itu kejujuran, demokrasi itu keadilan, kepastian hukum. Saya kira hari ini bisa melihat apakah disini betul ada kejujuran dan kepastian hukum?,” katanya.

Iman melihat, adanya praktek-praktek yang tidak sesuai dengan seharusnya. Misalnya begini SC mengatakan bahwa akan berpegang teguh kepada AD/ART dan Juklak No. 2 tahun 2020. Padahal kita tahu dalam juklak itu pasal 41 selambat-lambatnya satu bulan sebelum Musda itu harus sudah dibentuk panitia.

“Sekarang kita tahu panitia dibentuknya kapan?, hari ini kita tahu apakah SKnya ada atau tidak ada? saya kira ini sudah clear lah, ini sudah menjadi kepentingan siapa. Hanya saya ingatkan partai Golkar itu bukankah perusahaan, bukan milik pribadi atau kelompoknya. Tetapi partai Golkar adalah aset bangsa yang harus kita jaga untuk mensejahterakan rakyat pintunya dari partai,” tegas Iman.

Iman mengaku ikut pencalonan sebagai Ketua DPD Golkar Garut, semata-mata memiliki tanggungjawab pada partai Golkar. “Saya dibesarkan dari birokrasi yang sangat kental darah daging saya kuning,” akunya.

Diketahui Iman Alirahman, memilih pensiun dini dari jabatan ASN dan rela meninggalkan jabatan Sekda saat itu dengan alasan ingin menyelamatkan partai Golkar, saat Pilkada Garut tahun 2018. Yang mana Ketua DPD Golkar Ade Ginanjar memilih mundur ketimbang harus maju di Pilkada.

Saat itu Iman Alirahman sedang dalam puncak karir di birokrasi. Menyelamatkan partai Golkar yang tidak ada calon akhirnya memilih pensiun dini dan bertarung dalam Pilkada.

Reporter : Wa’Oded | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.