Calon Sarjana Hukum Asal Garut ini Temukan Cara Cerdas Menekan Pertumbuhan Sampah di Kabupaten Garut

oleh -3 Dilihat

Garut, Fakta dan Realita-

PERMASALAHAN sampah di kabupaten Garut sudah menjadi masalah klasik yang terus terjadi hingga sekarang ini, namun ada harapan baru untuk menanggulangi hal tersebut, baru-baru ini ada seorang calon Sarjana Hukum asal Garut yang telah menemukan cara cerdas menekan pertumbuhan sampah agar volumenya tidak terus menumpuk seperti saat ini.

Dialah Iqbal Taufiq, pemuda asal Garut kelahiran 1998 yang masih mengenyam pendidikan semester tujuh jurusan Hukum pada salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung. Ia kini sedang aktif berkecimpung di budidaya larva Maggot.

Iqbal yang memiliki tempat budidaya maggot yang beralamat di Jalan Raya Cibatu Bandrek, Kampung Citambal RT 03/RW02, Desa Padasuka, Kecamatan Cibatu, Garut, Jawa Barat yang sudah menekuni budidaya maggot sejak empat bulan terakhir. Dengan bermodalkan 150 gram telur maggot diawal usahanya, kini Iqbal telah mampu memproduksi maggot minimal satu kwintal per dua minggunya dalam sekali panen.

Maggot yang merupakan larva lalat Black Soldier Fly (BSF) diketahui mempunyai banyak manfaat. Larva maggot ini bisa dijadikan pakan ikan yang berkualitas baik karena mempunyai kadar protein yang tinggi.

Seperti yang Iqbal jelaskan kepada Fakta dan Realita, bahwa maggot mempunyai kadar protein antara 40%-65%.

“Maggot sangat luar biasa bila ditangani dengan serius, karena dengan kadar protein yang tinggi maggot bisa dijadikan bahan pakan ikan yang berkualitas tinggi, bahkan bukan hanya ikan, kita juga sedang menguji maggot menjadi pakan ayam, dan saat ini pertumbuhan ayam tersebut cukup memuaskan,” kata Iqbal, Senin (15/09/2020).

Foto: Larva Maggot

Lanjutnya, selain menjadi pakan hewan yang berkualitas tinggi, keunggulan lain dari maggot ini ternyata bisa digunakan untuk menekan pertumbuhan sampah organik, karena maggot sendiri pakannya dari berbagai jenis limbah rumah tangga dan sampah sayuran dipasar.

Iqbal memaparkan, satu kilogram maggot dalam seharinya mampu menghabiskan minimal satu kilogram sampah organik. Dan jika tiap rumah tangga memiliki minimalnya satu kilogram maggot maka bisa dipastikan sampah organik rumah tangga akan habis dan tentunya akan berefek positif bagi pengurangan volume sampah yang kini masih menjadi masalah akut di setiap tempat dan daerah di wilayah Indonesia ini khususnya di Kabupaten Garut.

Dari segi ekonomi, kata Iqbal, budidaya maggot ini sangat menjanjikan karena dengan biaya produksi yang minim tetapi bisa menghasilkan keuntungan yang besar. Jadi kesimpulannya maggot ini bisa menjadi ladang usaha yang sangat menjanjikan.

“Satu gram telor maggot harganya Rp10.000; dalam satu gram telur maggot bisa menghasilkan minimal tiga kilo gram maggot siap panen dalam waktu cuma 14 hari dengan harga jual Rp7.000/Kg, sudah jelas dalam dua minggu para petani maggot bisa meraup keuntungan minimal Rp.11.000,” terangnya.

Foto: Telur Maggot

Berikut uraian dari Iqbal, perihal kenapa bisnis maggot ini sangat menjanjikan dan patut diperhitungkan:

*Dengan adanya budidaya maggot secara otomatis bisa mengurangi produksi sampah organik karena maggot pakannya dari sampah organik tersebut.

*Dengan adanya budidaya maggot bisa menekan pengeluaran biaya pakan ternak, karena selain murah dalam pemeliharaannya, maggot pun memiliki protein yang cukup tinggi yang bisa memenuhi kebutuhan protein hewan ternak.

*Dengan adanya Budidaya maggot bisa menjadi lahan usaha baru yang cukup menjanjikan apalagi dimasa pandemi covid-19 ini, karena setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk menambah penghasilannya tentunya dengan budidaya maggot ini.

*Keunggulan lainnya, yaitu masyarakat mudah mengadopsi teknologi produksi Maggot. Kemudian, dalam prosesnya Maggot juga bisa diproduksi menjadi tepung (mag meal), sehingga bisa menekan biaya produksi pakan.

*Terakhir media maggot bisa dijadikan pupuk kompos yang tentunya sangat baik untuk digunakan dalam pertanian.

Sesungguhnya dalam budidaya maggot tidak ada yang terbuang, semuanya bisa dimanfaatkan dan bernilai tinggi.

Melihat pangsa pasar yang masih terbuka lebar khususnya untuk di Kabupaten Garut, Iqbal pun sekarang sedang aktif menginformasikan tentang keuntungan dari budidaya maggot ini kepada warga, para mahasiswa Garut dan kelompok tani lainnya. Agar budidaya maggot ini bisa berjalan baik dan segera bisa digunakan dalam penanganan sampah, tentunya kami pun membutuhkan perhatian dari pihak pemerintah.

Karena dalam proses produksi maggot, kata Iqbal yang sudah bisa menghasilkan minimal satu kwintal maggot dalam sekali panennya, kita membutuhkan sarana pendukung lainnya, seperti mesin penghancur sampah organik, mesin pembuatan pelet dan mesin giling untuk membuat tepung maggot tersebut.

Dengan peluang usaha yang sangat terbuka lebar dan menjanjikan ini, Iqbal seorang pemuda generasi bangsa ini mempunyai keyakinan yang kuat, bahwa maggot bisa menjadi ladang usaha baru di Kabupaten Garut, yang tentunya bisa diandalkan dalam rangka peningkatan perekonomian masyarakat, apalagi saya yakin maggot ini merupakan senjata yang sangat ampuh dalam menurunkan laju pertumbuhan volume sampah nantinya.

Reporter : Wita | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.