BPC Garut Menjadi Tuan Rumah Rakorwil Gapensi 2022 Se-Priangan

oleh -27 Dilihat

Garut, Fakta dan Realita-

RAPAT Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) se-Priangan digelar di Hotel Sabda Alam Jalan Cipanas, Tarogong Kaler, Garut, Jawa Barat, Rabu (24/8/2022). Dalam Rakorwil yang berlangsung sehari tersebut, selain dihadiri oleh 6 BPC Gapensi, yakni BPC Garut (tuan rumah), BPC Kota Tasikmalaya, BPC Kab. Tasikmalaya, BPC Kab. Ciamis, BPC Kotif Banjar, dan BPC Kab. Pangandaran, tampak hadir pula Ketua Kadin Garut, Yudi Lasminingrat beserta jajarannya.

Ditemui usai kegiatan rakor, Ketua Gapensi Kabupaten Garut, Fahad Fauzi menyebutkan, Rakorwil Gapensi se-Priangan dilaksanakan dalam rangka koordinasi untuk mempererat tali silaturahmi supaya terjadi sinergitas antar BPC-BPC Gapensi se-wilayah Priangan, yang mana sekaligus pula untuk mensosialisasi Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 8 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pelaksanaan Sertifikat Standar Jasa Konstruksi Dalam Rangka Mendukung Kemudahan Perizinan Berusaha Bagi Pelaku Usaha Jasa Konstruksi.

“Permen nomor 8 Tahun 2022 bagi kami (pengusaha konstruksi) lebih merupakan relaksasi setelah sebelumnya sempat merasa kesulitan dalam mendapatkan SBU (Sertifikat Badan Usaha) karena adanya Permen nomor 6 Tahun 2021. Alhamdulillah relaksasi terkait Permen nomor 8 ini tak terlepas dari hasil perjuangan BPC_BPC Gapensi, BPD Gapensi Jawa Barat dengan wilayah tengahnya,” ucap Fahad kepada awak media, Rabu.

Dengan adanya relaksasi ini, kata Fahad, untuk SBU yang masa penerbitannya masih berlaku maka dipastikan tetap bisa digunakan untuk persyaratan pekerjaan tahun ini, “jadi fleksibel, tidak mesti harus LSBU seperti apa yang diatur oleh Permen Nomor 6 tahun 2021,” imbuhnya.

Fahad menambahkan, dengan dikeluarkannya Permen nomor 8 Tahun 2022 ini, maka kita pun mempunyai jarak atau perpanjangan waktu, sebagai persiapan sebelum nantinya LSBU benar-benar diberlakukan secara utuh.

“Yang jelas, dengan terbitnya Permen nomor 8, kita diberi toleransi waktu yang panjang untuk mempersiapkan modal menghadapi regulasi yang bisa dibilang sangat ketat, khususnya dalam hal penerbitan sertifikat badan usaha,” tandasnya.

Fahad berharap, kepada seluruh pengusaha konstruksi khususnya anggota BPC Gapensi Garut, bisa memaksimalkan moment regulasi saat ini dengan sebaik-baiknya dan tetap survive sebagai pengusaha profesional di bidang jasa konstruksi. “Jangan khawatir sejalan dengan itu pun kami sebagai pengurus/ personalia tentunya akan terus berjuang demi kesejahteraan seluruh anggota yang ada,” pungkasnya.

RED_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.