Bah Ape dan Bah Ahim, Dua Kakek Warga Karangpawitan Harapkan Uluran Tangan Baznas dan Pemkab Garut

oleh -6 Dilihat

Garut, Fakta dan Realita-

Bah Ape (97) dan Bah Ahim (85), dua kakek yang hidup bertetanggaan warga kecamatan Karangpawitan Garut, menjelang umurnya yang hampir mendekati satu abad masih memerlukan uluran tangan pemerintah dan Baznas Garut.

Bah Ape dan Bah ahim, keduanya tinggal di kampung Caringin RT 02/ RW 08, kelurahan Lebak Jaya, kecamatan Karangpawitan, Garut, Jawa Barat harus rela bertahan hidup dengan segala keterbatasannya.

Bah Ape yang memiliki keterbatasan penglihatan karena lanjut usia, begitu pula sang istri tercinta, mak Eha yang sudah 15 tahun juga tidak bisa melihat dikarenakan sakit, dengan dibantu warga sekitar bah Ape bisa bertahan hidup.

Bah Ape memiliki anak yang bekerja serabutan sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Melihat kondisi tersebut, Ketua RW 08, Roni Abdul Kosim berusaha mencari bantuan untuk Bah Ape dan Bah Ahim.

“Alhamdulillah Bah Ape dan Bah Ahim mendapat bansos dari BLT Bupati sebesar Rp300.000/bulan, selama tiga bulan dan sudah dua bulan beliau menerima bantuan tersebut dan sisanya tinggal sebulan lagi,” ucap Roni kepada Fakta dah Realita disela aktifitasnya, Selasa (08/09/2020).

Selain itu berkat usaha Roni dan Babinsa 1102/krp Serka Hendri rumah Bah Ape dan Bah Ahim yang hampir rubuh dimakan usia kini sedang diperbaiki.

“Alhamdulillah berkat bantuan pak Babinsa yang ikut mencari cara untuk memperbaiki rumah Bah Ape dan Bah Ahim kini dapat terealisasi, tentunya semua ini berkat bantuan Ketua DPI-P Kabupaten Garut pak Yudha, Bapak Bupati Garut, Bank BJB, Disperkim dan seluruh warga RW 08 yang telah membantu kami sehingga pemugaran dan perbaikan Rumah ini bisa berjalan,” kata Roni.

Dalam pantauan Fakta dan Realita, pengerjaan bangunan rumah Bah Ape dan Bah Ahim dikerjakan secara gotong royong antara warga dan Koramil 1102/krp.

Bah Ape dan Bah Ahim kini bisa sedikit Bernafas lega karena rumahnya yang hampir rubuh kini sedang diperbaiki warga, tetapi tetap untuk kebutuhan hidup sehari-harinya masih menjadi PR kita semua terutama dinas terkait dan Baznas.

Satu hal yang membuat fakta dan Realita terkejut sekaligus menampar kami semua yang berada dilokasi tersebut, saat mempertanyakan rumor bahwa Bah Ape yang dalam keterbatasan ekonominya masih bisa berbagi di saat menerima bantuan berupa uang BLT Bupati sebesar Rp300.000, beliau berikan sebagiannya kepada warga lain yang membutuhkan.

“Muhun pak, Abah pasihkeun, murni karena Allah, da ku Abah karaos kumaha nyerina sareng ripuhna nahan lapar, mugia ku artos nu ku Abah dipasihkeun sing mangfaat, kitu deui ka pamarentah, Pak Bupati H. Rudy, ka pak Yudha ti PDI-P, Dinas Perkim, Bank BJB, Pak RW Roni, Koramil oge sareng warga sadayana nu tos ngabantos Abah, mugia sagala kasaeanna diwales ku ridhona Allah amiin yra, iya pak, Abah berikan, murni karena Allah, karena Abah bisa merasakan gimana sakit dan susahnya menahan lapar, semoga uang yang Abah berikan bisa bermanfaat, tidak lupa kepada Pemerintah, Pak Bupati H. Rudy yang , Pak Yudha dari PDI-P, Dinas Perkim, Bank BJB, Pak RW Roni, Koramil dan semua warga yang sudah ikut membantu Abah, semoga semua kebaikannya dibalas dengan ridhona Allah SWT aamiin yra,” ucapnya.

Reporter : Wita | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.