50 Orang Warga Desa Suci Karangpawitan Diduga Terjangkit Chikungunya

oleh -2 Dilihat

Garut, faktadanrealita.com-

SEKITAR 50 orang warga Kampung Koropeak, desa Suci Karangpawitan, Kabupaten Garut diduga terjangkit penyakit chikungunya. Tanda-tanda terserang chikungunya terlihat setelah para warga tersebut mengalami sakit demam dan ngilu pada persendian, menurut hasil laporan dari pihak desa baru sekitar 25 warga yang berobat.

“Setelah mendapat laporan dari pak Ahmad selaku RW 11 kampung Koropeak, yang menyatakan bahwa kurang lebih 50an warga nya terserang demam dan nyeri persendian, kita lansung laporan ke Puskesmas Cempaka dan Kecamatan Karangpawitan, Alhamdulillah hari ini Tim kesehatan dari Puskesmas Cempaka melakukan pengecekan dan pengobatan kepada pasien yang gejalanya mirip chikungunya,” kata Kades Suci, Dedi Junaedi kepada Fakta&Realita, Rabu (03/06/2020).

Dikatakan Dedi, setelah mengetahui ada musibah yang menimpa warganya, pihaknya telah meminta ketua RW 11 untuk menugaskan ke tiap RT-RT agar warganya melaksanakan kegiatan bersih’bersih di lingkungannya masing-masing.

Sementara itu, Forkopincam Karangpawitan setelah mendapat laporan dari kades Suci, langsung mengambil tindakan dengan melakukan pengecekan langsung ke lokasi  warga yang dicurigai terkena chikungunya.

Sampai di kampung Koropeak, secara intensif Forkopincam beserta Babinsa 1102/krp, Babinkantibmas Karangpawitan, aparatur Desa Suci, Tim Kesehatan dari Puskesmas Cempaka dan ibu-ibu Kader Posyandu RW 11 melakukan survey ketempat-tempat yang dicurigai sebagai tempat berkembang biaknya nyamuk.

Disela-sela kunjungannya, Kapolsek Karangpawitan, Kompol Oon Suhendar meminta kepada pemilik rongsokan agar membereskan rongsokannya agar tidak terlihat kumuh dan membuang air yang tertampung agar tidak dijadikan media tempat berkembang biak nyamuk.

Hal senada diucapkan Danramil Karangpawitan, Kapten Inf Deni Kusdani bahwa semua warga agar proaktif dalam menjaga kebersihan lingkungannya.

“Kita menghimbau kepada semua warga agar menjaga kebersihan lingkungannya, seperti membuang sampah pada tempatnya jangan sampai menumpuk, tutup tempat penampungan air dan Huang air yang tertampung karena hujan sehingga tidak ada lagi media tempat berkembang biaknya nyamuk,” ucap Danramil 1102/krp.

Dari pantauan Fakta&Realita Tim kesehatan dari Puskesmas Cempaka sangat cepat tanggap dengan langsung terjun kelapangan melakukan pengobatan langsung ke warga-warga yang menderita sakit demam dan nyeri persendian.

Sedangkan untuk fogging sendiri akan dilaksanakan oleh Dinkes setelah mendapat laporan dari Puskesmas Cempaka.

Reporter : Wita | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.